logo


Pemerintah Berencana Cabut Subsidi Listrik, Demokrat: Jangan Sedikit-sedikit Rakyat Kita Dikorbankan

Simak berita selengkapnya

27 November 2019 13:23 WIB

Petugas PLN meperbaiki jaringan listrik.
Petugas PLN meperbaiki jaringan listrik. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Rencana pemerintah yang akan mencabut subsidi listrik untuk pelanggan R1900-RTM (Rumah Tangga Mampu) pada tahun 2020 mendapat kritik keras dari Anggota Komisi VII DPR RI, Sartono Hutomo.

Menurutnya, pencabutan subsidi listrik tersebut tidak dibarengi dengan basis data yang memadai.

"Mungkin sebelum diberlakukan kenaikan harus ada validitas data pelanggan R1 900-RTM sebanyak 17.23 juta yang akan di cabut subsidi listriknya," ujar Sartono Hutomo di Jakarta, Rabu (27/11).


KESDM Peduli, Pasang Listrik Baru Gratis untuk Masyarakat Tak Mampu

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan apabila tanpa ada data yang valid maka akan berdampak kepada sekitar 60 bisa sampai 75 juta penduduk negeri ini yang tadinya dalam posisi keluarga harapan akan menjadi miskin kembali.

"Pemerintah harusnya tidak mencari jalan pintas, dalam hal menghadapi ancaman resesi ekonomi, jangan sedikit-sedikit rakyat kita dikorbankan," tuturnya.

“Perlu ada terobosan bagaimana mewujudkan listrik murah dan ramah lingkungan," imbuhnya.

Dalam hal ini, dia menyarankan agar pemerintah mulai memikirkan energi lain sebagai alternatif dalam menunjang energi kelistrikan bagi kepentingan masyarakat.

"Saya kira upaya dalam rangka mewujudkan energi baru terbarukan perlu segera dimaksimalkan," tukasnya.

Menteri ESDM Sebut Listrik Tumbuh Hampir 40% dalam 5 Tahun Terakhir

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata