logo


Indonesia Ekspor Produk Olahan Ayam dan Pakan Ayam, Menteri Pertanian: Kami Tidak Bisa Berjalan Sendiri

berikut penjelasannya

25 November 2019 22:08 WIB

dok.jitunews.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mengekspor 16 kontainer produk olahan ayam, griller ayam dan pakan ayam ke Timor Leste dan Jepang dengan nilai Rp 2,5 miliar. Dengan pengiriman yang dilakukan ini, maka Charoen telah genap mengirim sebanyak 200 kontainer produk ayam olahan dan pakan ayam ke luar negeri sejak 2017.

“Dengan dukungan Pemerintah yang sangat kuat, maka Charoen tertantang untuk menembus pasar ekspor,” jelas T. Hadi Gunawan Komisaris Utama PT Charoen Pokphand Indonesia.

Dalam acara pelepasan ekspor ini dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan sejumlah pejabat Kementerian Perdagangan, Kementerian Koordinator Perekonomian, dan perwakilan dari Pemprov DKI. Sebagaimana telah diketahui PT Charoen Pokphand Indonesia telah melakukan ekspor perdana produk olahan ayam pada tahun 2017 ke Papua Nugini.


Dunia Usaha Harus Proaktif Dukung Swasembada Pangan

Kemudian pada tahun 2018, Charoen telah mengekspor 3 kontainer produk olahan ayam dan griller ayam. Kemudian, 20 Kontainer pakan ayam dan 82.000 ekor anak ayam umur sehari keTimor Leste dan Jepang.

Ekspor ini membuktikan bahwa produk-produk Indonesia mampu bersaing di pasar global. Maka dengan kontainer ke-200 ini, Charoen terus berupaya memperluas ekspor ke negara lain.

Menteri pertanian Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PT Charoen Pokphand Indonesia. Pelepasan ekspor ke Jepang dan Timor Leste hasil produk Charoen Pokphand ini sesuatu yang membanggakan saya,” katanya.

Pengembangan peternakan harus dikerjakan serius demi memenuhi kebutuhan dalam negeri dan pasar dunia. Keseriusan tersebut harus dibangun melalui kerja sama pemerintah dan semua pihak yang terlibat di sektor peternakan.

“Kalau kita tidak serius bagaimana dengan kebutuhan makan 267 juta orang. Bagaimana dengan kehidupan mereka. Kalau kita tidak serius pertumbuhan penduduk yang 3 juta satu tahun itu mampu tidak kita kejar. Inilah yang harus memicu adrenalin kita, memicu pejabat kita untuk bersama-sama membangun pertanian dan peternakan kita,” katanya.

Syahrul menekankan perkembangan peternakan dan pertanian Indonesia tidak boleh kalah dari negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Sebab hal itu merupakan langkah kemunduran.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri, pemerintah butuh saudara untuk membangun pertanian ini. Masa kita kalah sama Malaysia atau Thailand. Kita harus lebih maju dari mereka,” katanya.

Hal ini senada dengan target PT Charoen Pokphand Indonesia yang di tahun 2020, menargetkan ekspor sebanyak 431 kontainer ke tiga negara tujuan yang sudah ada. Kedepan PT Charoen Pokphand Indonesia akan terus memperluas pasar ekspornya ke beberapa negara Iainnya seperti Singapura, Arab Saudi dan Timur Tengah.

Tahun Depan, Pemerintah Bangun 47 Pembangkit Diesel

Halaman: 
Penulis : Denys, Tino Aditia