logo


Terkait Sertifikasi Dai Kemenag, Muhammadiyah Jateng Sepakat dengan Syarat, "Tidak Boleh Diwajibkan"

Simak berita selengkapnya

22 November 2019 19:50 WIB

Menteri Agama Fachrul Razi
Menteri Agama Fachrul Razi Dok. Kemenag

SEMARANG, JITUNEWS.COM – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir menanggapi program sertifikasi dai yang dicanangkan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Menurutnya, wacana pemberian label itu sebaiknya tidak menghalangi para pendakwah, terlebih yang tidak memilikinya.

“Boleh saja Kementerian Agama menerbitkan sertifikasi dai. Namun, tidak boleh diwajibkan,” ujar Tafsir di Semarang, seperti dilansir dari Antara pada Jumat (22/11).

Lebih lanjut, Tafsir mempersilakan dai yang ingin mendapatkan sertifikasi. Akan tetapi, dia juga menyarankan Kemenag tidak memaksa para dai yang menganggap tak memerlukan sertifikasi.


Dukung Wacana PNS Kerja di Rumah, Tjahjo Kumolo: Intinya kan Kecepatan untuk Bekerja

“Dai atau mubalig beda dengan profesi pengacara atau dokter. Serahkan saja kepada masyarakat. Mereka mau mengundang dai yang sertifikasi atau tidak, itu terserah mereka,” tegas dosen UIN Walinsongo Semarang itu.

Seperti diketahui, Menteri Agama Fachrul Razi mengaku pihaknya sedang dalam proses mempersiapkan program sertifikasi dai atau pendakwah. Program tersebut menuai pro-kontra dari berbagai kalangan, terutama dari tokoh agama.

Puan Maharani Sebut Semua Menteri Tak Ada yang Berani Minta Hal Ini Kepada Jokowi

Halaman: 
Penulis : Iskandar