logo


La Nyalla: Pancasila Sudah Final, Jangan Dirongrong dengan Pemahaman yang Monolitik

Berikut ulasannya

22 November 2019 15:59 WIB

kompasiana

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Lanyalla Mahmud Mattalitti, menyatakan bahwa Pancasila sebagai salah satu pilar kebangsaan tidak perlu dipertentangkan dengan Islam atau agama mana pun.

“Akhir-akhir ini kita memang menghadapi tantangan ideologi. Ada banyak diskusi di ruang publik yang coba mengevaluasi Pancasila sebagai ideologi bangsa, lalu membangun narasi bahwa seolah-olah Pancasila itu bertentangan dengan Islam. Di sini saya tegaskan tidak!!” tegas Lanyalla, Jumat (22/11).

Menurutnya, Pancasila adalah nilai-nilai yang digali oleh Bung Karno dan para pendiri bangsa dari kearifan khas Indonesia.


DPD dan Kemendagri Dorong Pemda Sederhanakan Regulasi yang Menghambat Investasi

“Pancasila telah disepakati sebagai ideologi negara. Ini tidak main-main. Pancasila digali dari nilai-nilai luhur bangsa, termasuk nilai dan ajaran semua agama,” tuturnya.

Lanyalla menyebut sudah tidak relevan lagi mempertentangkan Pancasila dengan Islam. “Ironisnya, saat ini masih ada saja kelompok tertentu yang mempermasalahkan dasar negara kita, dengan membangun narasi bahwa Islam mempunyai sistem pemerintahan sendiri yaitu khilafah,” jelas Lanyalla.

Dia menambahkan, Pancasila juga relevan dengan Islam dalam berbagai sila-sila lainnya. Misalnya, sila ketiga Persatuan Indonesia. Sila tersebut menyampaikan pesan bahwa negeri ini terdiri atas beragam suku, budaya, dan agama sehingga Indonesia adalah milik bersama, bukan milik golongan tertentu.

“Maka mari kesampingkan semua ego, mari bersatu untuk Indonesia. NKRI harga mati, Pancasila sudah final. Jangan dirongrong lagi dengan pemahaman yang monolitik,” kata dia.

“Bahkan dalam Surat Al-Hujarat ayat 14 disebutkan bahwa Allah menjadikan umat manusia ini berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kita semua saling mengenal. Artinya diajak saling membangun kesepahaman, bukan diajak berperang,” pungkasnya.

DPD Sebut Pemindahan Ibu Kota Upaya Wujudkan Keadilan Ekonomi

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata