logo


Soal Presiden 3 Periode, Moeldoko: Itu Baru Suara-suara dari Masyarakat

Berikut pernyataan lengkapnya

22 November 2019 15:34 WIB

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menanggapi soal usulan perubahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

"Itu kan baru wacana ya. Wacana boleh saja. Negara demokrasi semua pandangan, pendapat terwadahi ya. Itu baru suara-suara dari masyarakat. Kita belum punya sikap. Namanya baru wacana," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (22/11).

Moeldoko menyebut usulan tersebut dapat ditinjau melalui diskusi apakah usulan tersebut tepat atau tidak.


Soal Wacana Presiden 3 Periode, PAN Pesimis Akan Dibahas

"Mungkin nanti lebih ke bagaimana wacana akademik, setelah itu melalui round table discussion diperluas, akan mengerucut apakah pandangan itu pas atau tidak dan seterusnya," kata Moeldoko.

Wakil Ketua MPR, Arsul Sani, sebelumnya mengungkapkan ada usulan terkait perubahan masa jabatan presiden. Arsul menyebut masa jabatan presiden diusulkan menjadi satu kali atau tiga kali masa jabatan.

"Hanya kalau yang sekarang itu dua kalinya dua kali saklek gitu kan. Artinya kalau dulu 'dapat dipilih kembali' itu kan maknanya dua kali juga sebelum ini. Tapi kan terus-terusan, kalau ini kan hanya dapat dipilih satu kali masa jabatan lagi. Kemudian ada yang diusulkan menjadi tiga kali (masa jabatan)," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/11).

Jokowi Tunjuk Staf Khusus Muda, PAN: Pembantu Presiden Kan Banyak

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata