logo


Gandeng Badan Usaha, PUPR Berharap Pembangunan Jalan Tol Bisa Menciptakan Lapangan Pekerjaan

Simak berita selengkapnya

21 November 2019 22:29 WIB

Ruas Jalan Tol Solo-Ngawi
Ruas Jalan Tol Solo-Ngawi kemenpupr

JAKARTA, JITUNEWS.COM– Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelenggarakan acara penjajakan minat pasar (market sounding) melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk 4 ruas jalan tol sepanjang 424,27 km. Keempat ruas tol tersebut Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo, Tol Yogyakarta-Bawen, Tol Gedebage - Tasikmalaya – Cilacap, dan Tol Makasar-Maros-Sungguminasa-Takalar .

“Kita meyakini hanya dengan ketersediaan konektivitas yang lebih baik, maka investasi dan penciptaan lapangan kerja akan menjadi lebih baik,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada acara market sounding jalan tol di Auditorium Kementerian PUPR, Kamis (21/11/2019).

Pada tahun 2024 Kementerian PUPR menargetkan pembangunan jalan baru sepanjang 3.000 km dan jalan tol sepanjang 2.500 km. Pembangunan jalan tol tersebut diharapkan dapat menarik para investor.


PUPR Gandeng Kemenag dalam Pembangunan Kampus UIII Sebagai Kampus Penelitian Peradaban Islam

Menteri Basuki akan mengundang pemrakarsa untuk menyusun studi kelayakan yang  akan diberikan kepada perusahaan swasta nasional sebelum ditawarkan kepada BUMN. “Saya ingin prosesnya dibalik, diberi dulu hak pemrakarsa baru dilakukan studi kelayakan. Dengan demikian ada kepastian bahwa yang melakukan studi adalah pemrakarsa,” kata Basuki.

Sementara tantangan terbesar pada pembangunan jalan tol adalah pembiayaan infrastruktur. Kemampuan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 – 2024 hanya mampu memenuhi 30 persen atau sekitar Rp 623 triliun dari total kebutuhan anggaran yaitu  sebesar Rp 2.058 triliun. Sementara kekurangannnya akan melibatkan badan usaha melalui skema KPBU.

 

Memberikan Manfaat Langsung, Pembangunan Infrastruktur Kerakyatan Dilanjutkan Tahun 2020

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati