logo


Akui Tahu Persis Siapa Mafia Beras, Buwas: Kewenangan Saya Enggak Ada

Simak berita selengkapnya

21 November 2019 19:06 WIB

Direktur Utama Bulog Budi Waseso di acara Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2018 di Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN), Cigombong, Kabupaten Bogor, Kamis (12/7).
Direktur Utama Bulog Budi Waseso di acara Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2018 di Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN), Cigombong, Kabupaten Bogor, Kamis (12/7). Republika/Zahrotul Oktaviani

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas mengungkapkan adanya mafia beras yang menyebabkan penyaluran beras terhambat.

"Kami kesulitan menyalurkan kenapa? Kami kerjasama dengan Satgas Pangan, juga satgas pemantauan di lapangan. Kami temukan pelanggaran-pelaggaran," kata Buwas di hadapan Komisi IV DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/11/019).

Buwas mengaku tahu peris siapa sebenarnya mafia yang bermain dalam penyaluran beras ke masyarakat. Namun, ia mengaku hal tersebut bukan kewenangannya sehingga sudah dikembalikan ke yang berwenang yaitu kepolisian untuk proses tindak lanjutnya.


Dunia Usaha Harus Proaktif Dukung Swasembada Pangan

"Kalau saya ditanya mafia, mohon izin saya  tahu persis. Hanya kewenangan saya yang enggak ada. Ini harus dikembalikan ke yang berwenang yaitu kepolisian," ungkap Buwas.

Buwas menambahkan bahwa sampai ini mafia beras masih melakukan aksinya. "Sehingga Program kami BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) kami siapkan beras siapkan 300 ribu ton mulai dari September sampai Desember tapi hanya 6 persen yang terserap," pungkasnya.

Tahun Depan, Pemerintah Bangun 47 Pembangkit Diesel

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati