logo


Memberikan Manfaat Langsung, Pembangunan Infrastruktur Kerakyatan Dilanjutkan Tahun 2020

Simak berita selengkapnya

20 November 2019 21:53 WIB

Pembangunan Infrastruktur oleh PUPR
Pembangunan Infrastruktur oleh PUPR kemenpupr

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan  pembangunan infrastruktur kerakyatan akan dilanjutkan pada tahun 2020. Pembangunan infrastruktur kerakyatan tersebut  memberikan banyak manfaat kepada masyarakat seperti jembatan gantung, rumah subsidi, penanganan kawasan kumuh, air minum dan sanitasi.

Program infrastruktur kerakyatan dilaksanakan dengan skema Padat Karya Tunai (PKT) yakni Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI), Pembangunan Jembatan Gantung, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), penyusunan Pedoman Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), penataan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), serta Program Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse dan Recycle (TPS-3R).

“Program-program tersebut tersebar di seluruh Indonesia yang pelaksanaannya bersinergi dengan pemerintah daerah dan kelompok masyarakat melalui skema pembiayaan. Salah satunya adalah program P3TGAI yang pada tahun 2020 akan tersebar di 6.000 lokasi dengan total anggaran sebesar Rp 1,35 triliun melalui Ditjen Sumber Daya Air,” kata Menteri Basuki.


Resmi! Bertambah 189 km, Tol Trans Sumatera Ditargetkan Rampung 2024

Program PKT lainnya yang akan dilanjutkan Kementerian PUPR adalah pembangunan jembatan gantung penghubung antar desa yang terpisah sungai  guna mempermudah dan memperpendek akses warga masyarakat perdesaan menuju ke tempat aktivitas mereka. Pada tahun 2020, jembatan gantung baru yang diprogramkan untuk dibangun sebanyak sebanyak 148 unit tersebar di seluruh pelosok di tanah air dengan total anggaran sekitar Rp 527 miliar.

Sementara di Bidang Cipta Karya, Kementerian PUPR menganggarkan Program Infrastruktur Kerakyatan sebesar Rp 2 triliun yang terdiri dari program KOTAKU Rp 275 miliar dengan target 275 kelurahan, PISEW Rp 540 miliar dengan target 900 kecamatan, SANIMAS Rp 113 miliar dengan target 226 lokasi, PAMSIMAS Rp 699 miliar dengan target 2.967 desa, TPS3R Rp 86,4 miliar dengan target 144 lokasi, dan SPAM Perdesaan Padat Karya Rp 22 miliar dengan target 60 lokasi.

PUPR Gandeng Kemenag dalam Pembangunan Kampus UIII Sebagai Kampus Penelitian Peradaban Islam

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati