logo


Desak Pemerintah Susun Regulasi e-Sport, Ketua Federation Esport Indonesia: Kebanyakan Anak Tidak Paham Kontrak

berikut penjelasannya

20 November 2019 15:58 WIB

Ilsutasri
Ilsutasri Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Regulasi untuk mengatur esports sejauh ini belum disusun oleh Pemerintah sehingga Federation Esport Indonesia (FEI) mendorong pemerintah untuk segera membuatnya agar memberikan perlindungan kepada atlet.

Ketua FEI Andrian Pauline mengungkap bahwa para atlet esports yang mayoritas masih berusia remaja, sangat rentan untuk dimanfaatkan oleh berbagai tim atau organisasi yang menaungi mereka.

“Mereka belum paham profesional apa. Ketika mereka masuk organisasi profesional, mereka dapat benefit berupa bisa gaji dan sebagainya. Itu hak, dari sisi kewajiban, kebanyakan anak tidak paham tentang kontrak,” ujar Andrian, dalam acara Social Media Week (SMW) Jakarta 2019, di The Hall, Senayan City, Kamis (14/11) minggu lalu.

Dirinya juga menekankan adanya regulasi. Ia mengaku khawatir jika tidak ada regulasi yang jelas, para atlet dengan mudah dipermainkan dan berdampak buruk pada perkembangan industri esports nantinya.

“Talent ini harus dijaga. Ketika mereka merasa saya hanya dikerjain dan dimanfaatin. Ketika mereka tidak ada regenerasi, mereka berhenti, industri akan kolaps,” ujarnya seperti dilansir dari medcom.id.

Menurutnya, dua tahun belakangan ini pertumbuhan industri esport Indonesia sedang bagus terlihat dari banyaknya brand yang memberikan sponsor.

“Berkaca balik ke 5-10 tahun lalu, semuanya (brand) pasti yang berkaitan dengan komputer. Sekarang banyak, mulai dari makanan dan minuman. Saya melihatnya positif,” ucapnya.

Rumor Mengenai Grand Theft Auto VI (GTA 6) Akan Ada Banyak Kejutan!

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia