logo


Ongkos Pilkada Mahal, Tito Karnavian: Saya Mau Hormat Kalau Ada yang Mau Tekor Demi Bangsa

berikut penjelasannya

19 November 2019 11:30 WIB

Warga memberikan hak suaranya di TPS 73 Kecamatan Sukmajaya, Depok, Rabu (27/6).
Warga memberikan hak suaranya di TPS 73 Kecamatan Sukmajaya, Depok, Rabu (27/6). Dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tito Karnavian selaku Menteri Dalam Negeri mengimbau agar masyarakat memahami bahwa biaya politik yang dikeluarkan untuk maju sebagai kepala daerah melalui pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung saat ini sangatlah tinggi, mencapai Rp 30 milliar.

"Bupati kalau enggak punya 30 M, nggak akan berani. Wali Kota dan Gubernur lebih tinggi lagi. Kalau dia bilang gak bayar, 0 persen, saya mau ketemu orangnya," ujar Tito di Kompleks Parlemen, Senayan pada Senin (18/11).

Ia mengungkapkan bahwa biaya tersebut tidak sebanding dengan pendapatan atau gaji kepala daerah selama menjabat.


Wacana Evaluasi Sistem Pilkada Langsung, PKS Menolak Jika Kepala Daerah Dipilih oleh DPRD

"Sementara dilihat dari pemasukan dan gaji yang didapat, lima tahun kurang lebih paling hanya Rp 12 M, sementara yang keluar Rp 30 M. Mana mau tekor. Saya mau hormat itu kalau ada yang mau tekor demi mengabdi kepada bangsa," ujar Tito.

Menanggapi hal tersebut, Tito Karnavian mengusulkan untuk mengevaluasi pelaksanaan pilkada langsung. Dirinya meminta Balitbang untuk membuat IDM atau Index Democracy Maturity untuk setiap daerah, dimana daerah dengan IDM tinggi nantinya bisa dilakukan Pilkada langsung.

"Saya sudah mulai dengan meminta Balitbang membuat index democracy maturity per daerah dan meminta BPS meminta indikator-indatornya," ujar mantan Kapolri ini.

"Yang IDM rendah, kita lakukan mekanisme lain misalnya dipilih DPRD," tegasnya.

Dirinya juga menegaskan bahwa akan mengevaluasi dampak positif dan negatif penyelenggaraan Pilkada langsung secara akademik.

"Sekali lagi, saya tidak mengatakan kembali ke DPRD, tapi evaluasi dampak positif dan negatif Pilkada langsung. Dan jawabannya, evaluasi dengan kajian akademik," pungkasnya.

Mendagri Sebut Pilkada Langsung Banyak Mudaratnya, Ridwan Kamil: Pake Medsos Saja

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia