logo


Meski Sukmawati Meminta Maaf, Pelapor: Kami Tetap Lanjut

simak penjelasannya

19 November 2019 10:35 WIB

Sukmawati Soekarnoputri saat memberikan keterangan pers terkait polemik puisi “Ibu Indonesia” di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/4).
Sukmawati Soekarnoputri saat memberikan keterangan pers terkait polemik puisi “Ibu Indonesia” di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/4). Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Irvan Noviandana selaku pelapor kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri, menyatakan bahwa proses kasus tersebut harus tetap dilanjutkan secara hukum, meskipun nantinya Sukmawati selaku terlapor meminta maaf.

"Kalau sekarang dia minta maaf, kami tetap lanjut terus supaya kasus ini gak diulang," ujar Irvan, Senin (18/11).

Irvan menilai bahwa sikap yang ditunjukkan oleh Sukmawati dalam video yang viral di Youtube tersebut merupakan penggiringan opini masyarakat bahwa radikalisme dan hal-hal kekerasan lain bersumber dari ajaran Islam.


Soal Kasus Sukmawati, PPP: Minta Maaf Saja dan Janji Tidak Mengulangi

"Kami simak semuanya memang pernyataannya banyak sekali, bukan hanya tentang nabi, tapi juga membandingkan Al Quran dengan Pancasila dan sebagainya," kata Irvan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono menyebutkan bahwa pelapor, Irvan Novianda, mendapatkan informasi dari salah seorang kerabat yang melihat langsung diskusi bertajuk 'Bangkitkan Nasionalisme, Bersama Kita Tangkal Radikalisme, dan Berantas Terorisme' di dalam sebuah Video hasil pencarian Google.

Ucapan yang dikeluarkan oleh Sukmawati didalam video tersebut dinilai sebagai penistaan agama Islam. Pasalnya, Sukmawati dinilai membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden RI pertama Ir. Soekarno.

Di lain pihak, Sukmawati membantah telah berniat untuk melakukan penistaan agama. Dirinya mengatakan bahwa pernyataannya yang membandingkan Nabi Muhammad dengan ayahnya, Ir. Soekarno, itu dalam konteks perjuangan kemerdekaan Indonesia.

"Saya kan hanya bertanya, konteksnya sama sejarah Indonesia dalam kemerdekaan, masak begitu saja jadi masalah?" ujar Sukmawati seperti dikutip dari Tempo.co, Sabtu (16/11).

Polemik Pidato Sukmawati, PKS: Jangan Ada Komentar yang Menyulut Kemarahan Umat

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia