logo


Fahri Hamzah Sebut Anggota KPK Tak Bisa Diproses Hukum, Ini Kata Jubir KPK

simak penjelasannya

19 November 2019 10:13 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pernyataan mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang menyebut bahwa "KPK terlihat seperti malaikat dan yang lain kelihatan seperti iblis" ditanggapi oleh Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Febri Diansyah.

Melalui channel Youtube milik Deddy Corbuzier yang diunggah pada Rabu, 6 November 2019, Febri menjelaskan alasan DPR tidak dapat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepada KPK yang sempat dipertanyakan Fahri.

"Kewenangan untuk menangkap, memproses itu bisa dilakukan oleh KPK, polisi dan jaksa untuk kasus korupsi, tapi kalau ditanya kenapa DPR engga bisa meng-OTT KPK ya mestinya baca undang-undangnya sendiri, apa iya DPR itu ditugaskan untuk melakukan penegakkan hukum, enggak," kata Febri didalam video tersebut.


Fahri Hamzah-Anis Matta Dirikan Partai Gelora, PKS: Jangan Ngacak-ngacak Lagi di Sini

Dia menjelaskan bahwa fungsi DPR hanya membuat aturan untuk kepentingan rakyat, membuat penganggaran dan pengawasan, bukan untuk melakukan penegakkan hukum seperti KPK yang sering melakukan OTT atau Operasi Tangkap Tangan.

"DPR itu ditugaskan melakukan 3 hal, regulasi membuat aturan untuk kepentingan rakyat, membuat penganggaran dan pengawasan," kata Febri.

"Enggak ada fungsi DPR melakukan OTT melakukan penegakkan hukum, tapi apakah polisi dan jaksa bisa? Bisa, apakah pernah ada pegawai KPK yang diproses dalam kasus korupsi? Pernah," imbuhnya.

Juru bicara KPK tersebut juga meluruskan anggapan bahwa anggota KPK itu tidak dapat diproses hukum itu merupakan anggapan yang sangat tidak benar.

"Jadi kalau ada yang mengatakan bahwa KPK tidak bisa diproses ya itu sangat keliru dan menyesatkan informasinya karena secara normatif dan secara praktis sebenarnya itu memungkinkan," kata Febri.

Lebih lanjut, ia mempertanyakan mengapa isu-isu negatif terkait KPK tersebut selalu dimunculkan. Febri menilai bahwa seharusnya lebih baik fokus pada kerjasama yang dibangun antara KPK, polisi dan kejaksaan untuk pemberantasan korupsi.

"Yang jadi pertanyaan adalah kenapa yang dimunculkan isu itu bukan misalnya bagaimana agar KPK, polri dan kejaksaan bisa solid dalam pemberantasan korupsi," kata ungkap Febri.

Febri mengaku senang dengan kritikan yang dilontarkan oleh Fahri Hamzah kepada KPK. Ia menilai hal tersebut adalah salah satu bentuk rasa sayang Fahri Hamzah kepada KPK.

"Kadang kami melihat Pak Fahri Hamzah itu sering bicara seperti itu karena terlalu mencintai KPK," ujar Febri.

Fahri Hamzah Mendadak Ingin Jadi Debt Collector, Ini Alasannya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia