logo


Kemenag dan Kemenkes Koordinasi Persiapan Haji 2020

Simak berita selengkapnya

18 November 2019 15:08 WIB

Dok.Kemenag
Dok.Kemenag
dibaca 118 x

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama M. Nur Kholis Setiawan hari ini, Senin (18/11) menerima Sekjen Kementerian Kesehatan Oscar Primadi untuk membahas koordinasi dan mengidentifikasi sejumlah persoalaan terkait persiapan penyelenggaraan haji 2020 mendatang di Ruang kerjanya Kantor Kemenag, Jakarta.

Sekjen Kemenag mengatakan, Kemenag melalui Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah telah membentuk tim untuk duduk bersama dengan tim dari Kemenkes melakukan identifikasi.

"Cara identifikasinya, dengan membuat 3 kotak (cluster) saja, kotak pertama, mana program yang harus ada untuk persiapan haji 2020, baik di Kemenkes dan Kemenag sama-sama punya tanggung jawab masing-masing," jelas Sekjen.


Bertemu Tokoh Ulama Aceh, Menag Fachrul Razi Didukung dan Didoakan

Menurut Sekjen pada kotak kedua yang sifatnya dekonstruksi, mungkin ada di Kemenag, ada juga di Kemenkes, tapi mungkin dari sisi koordinasi kurang bagus sehingga perlu peningkatan koordinasi.

Sementara pada kotak ketiga, mengidentifikasi hal-hal yang kira-kira tidak diperlukan. Ia menjelaskan, selama ini pertemuan koordinasi antara Kemenag dan Kemenkes difasilitasi Kemenko PMK.

"Selain koordinasi yang difasilitasi Kemenko PMK, kita juga berinisiatif bertemu langsung sehingga bisa mengidentifikasi persoalan mana yang harus dilanjutkan, harus diperbaiki mana yang perlu tidak diadakan, 3 kotak ini yang jadi dasar melakukan evaluasi" ungkapnya.

"Intinya, APBN ini bisa lebih efisien, karena tanggung jawab untuk ibadah haji ada di jemaah, sementara UU No.8/2019, APBN jelas untuk membiayai petugas," jelas Sekjen.

"Intinya kita (Kemenag-Kemenkes) bersepaham untuk terus melakukan perbaikan, diawali dengan identifikasi masing-masing program dan kegiatan. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi, jangan sampai masih ada pihak yang mempersepsikan ada tumpang tindih antara tugas-tugas pelayanan terhadap calon jemaah haji di masa mendatang," pungkasnya.

Ditulis oleh: danny wahyudi

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Menag: Tidak Boleh Ada PTKI yang Mengajarkan Intoleransi

Halaman: 
Admin : Trisna Susilowati