logo


Kesejahteraan Petani Menurun, Mentan Siap Melawan Usaha Alih Fungsi Lahan

Simak berita selengkapnya

18 November 2019 10:51 WIB

Syahrul Yasin Limpo
Syahrul Yasin Limpo Dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo akan bersikap tegas dalam upaya pencegahan alih fungsi lahan pertanian. Pasalnya banyak sawah produktif di Indonesia dijadikan usaha non pertanian yang mengakibatakan sumber pangan dan kesejahteraan petani menurun.

"Mengalihkan fungsi lahan pertanian untuk kepentingan lainnya akan berdampak pada sisi negatif terhadap ketahanan pangan Indonesia. Selain itu juga membuat kesejahteraan petani menurun," kata Mentan Syahrul, Jakarta, Minggu (17/11/2019).

Kementan akan melalakukan pengawalan verifikasi serta sinkronisasi lahan sawah dan penetapan lahan sawah yang dilindungi. Kementan juga akan terlibat langsung dalam pengawalan pengintegrasian lahan sawah yang dilindungi untuk menjadi Lahan Pertanian dan Pangan Bekelanjutan (LP2B) di dalam perda RT RW Provinsi/ Kabupaten.


Mentan Lepas Ekspor Manggis ke Tiongkok dan Beri Bantuan ke 10 Ribu Petani Milenial

Ia juga meminta kepada semua pihak semangat untuk mencapai target. Kinerja semua pihak akan membantu peningkatan kesejahteran petani. Petani tidak akan kehilangan pekerjaan karena lahannya bisa optimalkan.

"Jangan sembunyi dari masalah, supaya bisa diselesaikan masalahnya. Berpijaklah pada aturan dan ketentuan. Jaga akuntabilitas kinerja, karena anda dibayar negara. Keberhasilan berasal dari bawah bukan dari atas. Mari kita temukan harapan dan kebutuhan bersama," pungkasnya.

Petani Diminta Kerja 24 Jam, Demokrat: Edan!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati