logo


Cerita Saat Jaga Jokowi, Paspampres: Harus Parno

Simak berita selengkapnya

17 November 2019 20:43 WIB

Joko Widodo
Joko Widodo Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Asisten Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Kolonel Inf Gogor, sering disebut masyarakat 'parnoan' atau paranoid ketika menjaga Presiden Joko Widodo. Gogor mengatakan bahwa para personel memang harus melihat semua orang sebagai sebuah ancaman.

"Pas agenda bapak di CFD, Kita harus parno. Ada yang bilang 'Mas parno banget?' emang harus parno. Paspampres harus melihat orang itu sebagai sebuah ancaman. Coba kalau tiba-tiba ada yang pegang sianida terus salaman dengan presiden, gimana itu racunnya," ujar Gogor dalam diskusi 'Memotret Presiden Lebih Dekat' di Atrium Mall Neo Soho, Grogol, Jakarta Barat, Minggu (17/11).

Gogor mengatakan tugas paspampres adalah memastikan bahwa semua yang di dekat presiden aman.


Gibran Ungkapkan Arti Nama Anak Keduanya, La Lembah Manah

"Paspampres adalah jarak dekat fisik dengan Presiden. Kita harus tau kalau yang dekat dengan Presiden itu aman. Tugas kita harus bersinergi," imbuhnya.

Gogor mengatakan bahwa dirinya dikenal oleh Jokowi sebagai orang yang suka marah-marah. Hal itu terjadi usai dirinya memarahi seorang ibu-ibu yang hendak berswafoto dengan Jokowi.

"Saya dikenal Pak Jokowi karena marah-marah ke ibu-ibu karena ibu-ibu mau selfie. Terus bapak bilang 'Itu siapa yang marah-marah, biang ke dia jangan marah-marah ke ibu-ibu' kata Bapak gitu," lanjutnya.

Gogor sudah menjadi paspampres sejak 2012 dan sudah bertugas sejak era Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Cucu Ketiga Lahir, Ini Harapan Jokowi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata