logo


Terkait Sikap Penolakan Serikat Pekerja Terhadap Ahok, Staf BUMN: Takut Ahok Dorong Transparansi?

Simak berita selengkapnya

17 November 2019 14:39 WIB

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjalani proses administrasi sebelum bebas, Kamis (24/1)
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjalani proses administrasi sebelum bebas, Kamis (24/1) Instagram @basukibtp

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Nama Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok sedang menjadi perbincangan hangat publik. Pasalnya, ia disinyalir bakal menjalankan jabatan di salah satu perusahaan BUMN.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu dikabarkan akan menjadi calon kuat Komisaris Utama PT Pertamina Persero menggantikan Tanri Abeng pada akhir November nanti.

Namun, Presiden FSPPB Arie Gumilar secara terang-terangan menyatakan penolakan terhadap wacana pengangkatan Ahok sebagai bos Pertamina.


Ahok Masuk BUMN, Ini Tanggapan Mahfud

Staf khusus Menteri BUMN Erick Thohir, Arya Sinulingga, memperkirakan upaya Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersama (FSPPB) menolak Ahok bergabung di perusahaan pelat merah dilandasi dua faktor.

"Kelihatannya ada dua kendangnya. Antara takut Ahok akan mendorong transparansi atau mereka (FSPPB) membawa sikap politik ke urusan bisnis," ujar Arya, dilansir dari Tempo pada Sabtu (16/11).

Arya mengatakan, pegawai seharusnya bisa menerima siapa pun pemimpinnya sebagaimana sikap profesional. Penolakan terhadap Ahok juga sangat disesalkan, karena menurut Arya, kinerja Ahok di perusahaan pelat merah itu belum diuji.

"Ahok ini kita lihat sebagai sosok profesional. Tidak ada yang bisa memungkiri bahwa dia memang profesional yang memang membawa sikap transparansi," tukasnya.

Tanggapi Isu Pengangkatan Ahok di BUMN, Dahlan Iskan: Perusahaan Sulit Maju Kalau Hebohnya Lebih Besar...

Halaman: