logo


Tanggapi Isu Pengangkatan Ahok di BUMN, Dahlan Iskan: Perusahaan Sulit Maju Kalau Hebohnya Lebih Besar...

Simak berita selengkapnya

17 November 2019 13:58 WIB

Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan.
Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Tempo

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Rencana pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menuai pro-kontra dari berbagai kalangan.

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan berkomentar terkait wacana penobatan Ahok di perusahaan pelat merah. Hal itu disampaikan melalui laman pribadinya di disway.id.

Dahlan mengatakan bahwa Ahok hanya sebatas memenuhi panggilan dari Menteri BUMN Erick Thohir sampai saat ini. Meski mantan gubernur DKI Jakarta itu mengaku ditawari untuk andil di BUMN, tetapi masih belum jelas penempatan dan jabatannya. Dari fakta tersebut, Dahlan tidak ingin berkomentar panjang.


Ahok Jadi Calon Pimpinan BUMN, Buya Syafii: Oke Aja, Kenapa Tidak?

Kendati demikian,  Dahlan menandaskan jika sebuah perusahaan memerlukan ketenangan. Perusahaan sulit berkembang apabila kerjanya tidak sebanding dengan kehebohan yang ditimbulkan.

"Tapi ada prinsip yang harus dipegang: perusahaan pun perlu ketenangan. Perusahaan tidak bisa maju kalau hebohnya lebih besar dari kerjanya," tutur Dahlan dalam tulisannya berjudul 'Prestasi BTP' seperti dikutip Jitunews.com pada Minggu (17/11).

"Memang, bisa juga sukses diraih lewat kehebohan. Tapi sukses seperti itu biasanya hanya di permukaan. Dan untuk jangka pendek," tandasnya.

Ahok Masuk BUMN, Ini Tanggapan Mahfud

Halaman: