logo


Soal Pernyataan Sukmawati, PP Muhammadiyah: Itu Menunjukkan Kedangkalan

Simak berita selengkapnya

17 November 2019 11:58 WIB

Sukmawati Soekarnoputri saat memberikan keterangan pers terkait polemik puisi “Ibu Indonesia” di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/4).
Sukmawati Soekarnoputri saat memberikan keterangan pers terkait polemik puisi “Ibu Indonesia” di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/4). Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, menyayangkan pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Sukarno.

"Itu menunjukkan kedangkalan juga dalam khazanah atau pengetahuan sejarah agama, sejarah Islam. Jadi kalau dibandingkannya Nabi Muhammad dengan Sukarno kan tidak berimbang itu. Itu (Muhammad) adalah seorang Nabi, Pak Sukarno kan seorang pejuang. Dan Pak Sukarno terinspirasi oleh Nabi Muhammad," kata Dadang kepada wartawan, Minggu (17/11).

"Beliau kan seorang muslim, muslim yang baik. Dia banyak menyebut-nyebut Nabi Muhammad, banyak dalam buku-bukunya itu pasti ada dia menyebut seperti itu. Pasti beliau, Sukarno itu kan orang Muhammadiyah juga. Jadi beliau pasti terinspirasi oleh Nabi Muhammad SAW. Jadi jangan begitu lah, itu memang tidak enak didengar gitu ya," ujarnya.


Sukmawati Disebut Bandingkan Sukarno dengan Nabi Muhammad, PKS: Beliau Harus Ambil Risiko

Dadang meminta untuk tidak terprovokasi dengan kasus Sukmawati dugaan menista agama. Ia menyerahkan kasus ini ke penegak hukum.

"Saya kira kita setel kendor aja semuanya cooling down lah. Artinya, segala sesuatu beliau mungkin khilaf dalam berkata seperti itu, karena kekurangan pengetahuan, dan karena terlalu bangganya dengan bapak sendiri. Oleh karena itu, mungkin bagi masyarakat, saya kira kalau mau tidak usah menjadi, menimbulkan reaksi yang, karena ini sudah sering ya, sudah bertubi-tubi, dan akan mengitukan (menghabiskan) energi nanti," kata Dadang.

"Kalau sudah diproses hukum ya kita selesaikan melalui proses itu," lanjut dia.

Soal Ucapan Sukmawati, Novel: Jelas Unsur Penistaan Agamanya Sudah Masuk

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata