logo


Soal Ucapan Sukmawati, Novel: Jelas Unsur Penistaan Agamanya Sudah Masuk

Simak berita selengkapnya

17 November 2019 11:10 WIB

Humas Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin
Humas Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin Antara/Sigid Kurniawan

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sukmawati Soekarnoputri dilaporkan Korlabi karena telah membandingkan Sukarno dengan Nabi Muhammad. Sukmawati tidak mau disebut menistakan agama terkait ucapannya yang menyinggung Nabi Muhammad SAW.

Sekjen Koordinator Bela Islam (Korlabi), Novel Bamukmin, memiliki dua pandangan terkait penistaan agama.

"Saya berikan dua pandangan hukum Islam dan hukum positif," kata Novel, kepada wartawan, Minggu (17/11).


Ahok Jadi Bos BUMN, PA 212: Sudah Menjadi Produk Gagal Sebagai Pejabat Negara Kok Bisa...

"Dalam pandangan hukum positif yang berlaku saat ini adalah pasal 156a KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun dan ini adalah delik umum. Dalam ucapan Sukmawati yang kapasitasnya bukan orang yang paham akan agama Islam mengucapkan itu di depan umum bahkan di hadapan kamera yang dia sadar apa yang diucapkannya, dan ini ada maksud unsur niat atau sikap batin saat melakukan (mens rea), yang jelas tidak baik karena bukan kali ini saja Sukmawati melakukan penghinaan yang sebelumnya telah menyinggung suara azan dan hijab," imbuh Novel.

Menurutnya, tindakan Sukmawati bisa memberatkan karena pengulangan bukan kelalaian.

"Tindakan kali ini yang bisa lebih memberatkan karena merupakan pengulangan bukan karena kelalaian melainkan bukan karena faktor yang tidak sengaja, dan ini bisa diduga merupakan suatu penyakit kebencian terhadap Islam (Islamophobia)," jelasnya.

Menurutnya, ada kesamaan kasus Sukmawati dengan kasus mendiang Arswendo Atmowiloto, seorang sastrawan yang dipenjara 5 tahun karena penodaan agama.

"Yurisprudensi kasus dugaan penista agama yang dilakukan Sukmawati ini adalah persis dengan kasus Arswendo Atmowiloto yang akhirnya divonis 5 tahun penjara sesuai dengan Pasal 156a yang kasusnya Arswendo ketika membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan para tokoh bangsa dan memposisikan Nabi Muhammad di posisi ke-11, itu kira-kira yang saya ingat," jelas Novel.

Dari segi agama, Novel menyebut ada unsur penodaan agama dari ucapan Sukmawati.

Sukmawati Disebut Bandingkan Sukarno dengan Nabi Muhammad, PKS: Beliau Harus Ambil Risiko

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata