logo


Internet Dinilai Sebagai Media Paling Kuat untuk Menyebarkan Paham Radikalisme

Simak berita selengkapnya

16 November 2019 08:00 WIB

Internet dapat dijadikan mesin pencetak uang
Internet dapat dijadikan mesin pencetak uang The New Yorker

JAKARTA, JITUNEWS,COM – Ketua Satgas Nusantara Irjen Pol Gatot Edi Pramono menyatakan bahwa internet dan media sosial adalah media yang paling banyak digunakan untuk menyebarkan paham radikalisme.

“Internet ini dari beberapa penelitian merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi. Bahkan ada yang mengatakan jalan tol berkembangnya paham radikal itu,”ujar Gatot dalam sebuah diskusi di Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2019).

Gatot memberikan contoh beberapa peristiwa bom bunuh yang terjadi di Indonesia, sebagian besar belajar membuat bom dari internet. Banyak dari mereka yang akhirnya menjadi ’pengantin’ bom bunuh diri.


21 Masjid BUMN Terpapar Radikalisme, PBNU: Disuruh Khotbah di Situ Aja Nggak Pernah

“Kita lihat berbagai peristiwa. Lone wolf itu mereka belajar agama tidak menggunakan guru. Dia belajar sendiri kemudian dia bersedia menjadi pengantin. Pengantin itu bom bunuh diri. Itu yang mereka pahami,” kata Gatot.

Gatot memberikan arahan terutama kepada kaum milineal agar tidak mudah terpapar paham radikalisme. Menanamkan kembali nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Kalau semuanya bangkit, saya kira apa yang namanya radikalisme, apa yang namanya ekstrimisme agama, ini bisa kita minimalisir,” pungkasnya.

 

Cegah Paham Radikal, DPR Minta Masjid-masjid di BUMN Dipegang Pejabat Eselon II

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati