logo


Ma’ruf Amin: Jangan Sampai Ada Guru Ngaji yang Mengajarkan Paham Radikal

Simak berita selengkapnya

16 November 2019 07:30 WIB

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma\'ruf Amin.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS,COM -  Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penggledahan rumah guru ngaji Rabbial Muslim Nasution pelaku bom bunuh diri Medan. Namun saat dilakukan penggledahan, guru ngaji tersebut sudah melarikan diri. Diduga guru ngaji tersebut menjadi sumber radikalisme pelaku.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta kepada polisi agar melakukan penyelidikan sehingga benar-benar diketahui dari mana sumber radikalisme pelaku. “Penyelidikan saya kira perlu, sebab kita harus tahu ya, sumber terjadinya radikalisme itu dari mana. Oleh karena itu semua kita harus tahu sumber-sumber itu,” kata Ma’ruf Amin di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (15/11).

“Kalau memang sumbernnya dari guru ngaji, maka guru ngaji ini harus menjadi perhatian kita, untuk dalam rangka tentu deradikalisasi. Jangan guru ngaji mengajarkan pelajaran-pelajaran atau paham-paham radikal,” jelasnya.


Rela Mundur dari PNS Demi Kursi Tangsel 1, Putri Ma’ruf Amin Banjir Kritikan

Ditanya tentang sertifikasi guru ngaji. Ma’ruf Amin mengungkapkan belum ada rencana sertifikasi guru ngaji. Yang paling penting adalah bagaimana guru ngaji tidak mengajarkan paham radikalisme.

“Jadi kita pada upaya jangan sampai ada guru ngaji yang mengajarkan paham radikal, itu intinya, bukan pada sertifikasinya. Bahwa guru ngaji ini harus mengajarkan ajaran yang moderat, ajaran yang wasathiyah,” pungkasnya.

Pascabom Medan, Ma'ruf Amin: Tidak Boleh Suuzan tapi Saat Ini Perlu Juga Kecurigaan-kecurigaan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati