logo


Indonesia Hadir di Forum WTO Bahas Sertifikasi Halal, Lima Negara Apresiasi

Simak ulasan selengkapnya

15 November 2019 15:30 WIB

Kepala BPJPH Kemenag Prof Sukoso bersama delegasi Indonesia di WTO saat melakukan pertemuan bilateral dengan delegasi Selandia Baru. (Dok. Kemenag)
Kepala BPJPH Kemenag Prof Sukoso bersama delegasi Indonesia di WTO saat melakukan pertemuan bilateral dengan delegasi Selandia Baru. (Dok. Kemenag)
dibaca 105 x

Indonesia hadir pada sidang sengketa perdagangan antar negara yang digelar World Trade Organization (WTO) Jenewa, Swiss sebagai satu-satunya negara yang mewajibkan Sertifikasi Halal bagi produk yang beredar di wilayahnya.

Sertifikasi Halal di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH).

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Prof Ir Sukoso MSc PhD mengatakan, isu halal masuk dalam sidang Technical Barrier to Trade (TBT) WTO. Karena itu, BPJPH sebagai institusi resmi wajib hadir mengklarifikasi isu ini.


Rumor Mengenai Grand Theft Auto VI (GTA 6) Akan Ada Banyak Kejutan!

"Kami hadir untuk mengklarifikasi isu tersebut. Kami akan menjelaskan bahwa isu halal adalah perintah UU JPH, dan hal tersebut memberikan kemanfaatan banyak pihak di saat halal menjadi kecenderungan pasar global," ungkap Sukoso dalam pernyataan tertulisnya dari Jenewa, Kamis (14/11) malam.

Pada sidang tersebut persoalan halal berada pada urutan agenda ke-21. Pada awal persidangan, pengaju dari Uni Eropa, Amerika Serikat dan lima negara lainnya menanyakan tentang UU JPH. Namun, setelah mendapat penjelasan, kelimanya mengapresiasi Indonesia dalam melindungi hak-hak warga negaranya yang muslim.

"Lima negara tersebut adalah Australia, Selandia Baru, China, Canada dan Brazil. Mereka mengapresiasi Indonesia yang telah berhasil menghadirkan UU yang memberikan perlindungan kepada warga negaranya yang muslim, memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha dan konsumen serta memberikan nilai tambah produk dalam menghadapi persaingan di pasar bebas global," pungkas Sukoso yang juga Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang tersebut.

Ditulis oleh: danny wahyudi

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

TEGASKAN! Mendagri Tito Karnavian Dukung dan Bekerjasama Menciptakan Iklim Investasi di Daerah

Halaman: 
Admin : Raka Kisdiyatma