logo


KKP Terus Genjot Produksi Komoditas Marikultur di Riau

Simak berita selengkapnya

15 November 2019 14:32 WIB

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Probowo, saat kunjungan ke Batam, Rabu (13/11/2019)
Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Probowo, saat kunjungan ke Batam, Rabu (13/11/2019) KKP

Edhy juga mengaspresiasi atas kerja sama yang disepakati antara Ditjen Perikanan Budidaya dengan Pemerintah Propinsi Kepulauan Riau dan Kabupaten Kepulauan Meranti dalam pengembangan sentra kawasan bawal bintang dan kakap putih di Kabupaten Kepulauan Meranti, yang menunjukkan keseriusan dan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan bisnis yang sesuai dengan karakteristik daerah.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya yang ikut hadir pada kunjungan kerja tersebut, saat dimintai keterangan menyampaikan untuk pengembangan komoditas marikultur di Kepulauan Riau nantinya Ditjen Perikanan Budidaya akan melakukan pendampingan teknologi perikanan budidaya dengan pola segmentasi serta penguatan Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Selat Panjang sebagai sentra produksi larva dan benih ikan laut.

“Ini menjadi keseriusan dan komitmen KKP dan pemerintahan Provinsi Riau dalam pengembangan sentra kawasan bawal bintang dan kakap putih di Kepulauan MerantI. Tujuannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan bisnis yang sesuai dengan karakteristik daerah," terang Slamet.


Geram dengan Pemberitaan Media, KKP: Menteri Edhy Prabowo Tak Pernah Bilang...

Lalu kata Slamet, industrialisasi akuakultur harus terus ditingkatkan karena memiliki potensi nilai ekonomi yang luar biasa besar dalam mendongkrak perekonomian nasional serta meningkatkan struktur ekonomi masyarakat, penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Selain itu, subsektor akuakultur didorong untuk mengentaskan persoalan kekurangan gizi pada balita seperti stunting (tubuh pendek) di Indonesia," tambah Slamet.

Sebagai gambaran, kebutuhan bahan baku dari hasil produksi budidaya laut di Provinsi Riau meningkat tiap tahunnya, rata-rata 3 – 5 ton per bulan atau mencapai 40 – 60 ton per tahun, khususnya komoditas bawal bintang, kakap putih dan kerapu.

“Ini menjadi peluang besar untuk mengenjot produksinya," ucap Slamet.

Edhy Prabowo Tegaskan Akan Perangi Nelayan Asing Pencuri Ikan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata