logo


KKP Terus Genjot Produksi Komoditas Marikultur di Riau

Simak berita selengkapnya

15 November 2019 14:32 WIB

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Probowo, saat kunjungan ke Batam, Rabu (13/11/2019)
Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Probowo, saat kunjungan ke Batam, Rabu (13/11/2019) KKP

BATAM, JITUNEWS.COM - KKP terus menggenjot produksi komoditas marikultur di Kepulauan Riau. Saat kunjungan kerja ke Batam, Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Probowo, berharap perkembangan perikanan di Kepulauan Riau dan Riau terus berkembang dan tidak kalah dari provinsi lainnya di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Edhy juga melakukan pelepasliaran (restocking) benih ikan nemo sebanyak 500 ekor, benih banggai sebanyak 200 ekor dan benih kakap putih sebanyak 3000 ekor serta memanen ikan kakap putih sebanyak 250 – 300 kg. Ini merupakan upaya KKP untuk mengembalikan ketersediaan ikan serta untuk menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan perairan umum daratan maupun lautan.

“Batam memiliki potensi yang sangat besar di sektor perikanan laut, Kepulauan Riau mempunyai luas laut hampir 61% dan daratannya 39%, kalau ada usulan dan program di daerah silahkan usulkan ke kami bisa lewat Dirjen Perikanan Budidaya,” ujar Edhy, Rabu (13/11).


Geram dengan Pemberitaan Media, KKP: Menteri Edhy Prabowo Tak Pernah Bilang...

“Kalau memang sangat serius dan berkomitmen, kami akan prioritaskan. Saya harap pemerintah daerah dan pemerintah pusat harus lebih fokus memperhatikan pembudidaya dan nelayan, karena tugas pemerintahan adalah pembinaan, maka diperbanyak diberikan pelatihan dan pembinaan kepada stakeholder,” lanjut Edhy.

Presiden telah memberikan amanat kepada menteri KKP, salah satunya penguatan sektor perikanan budidaya. “Apa yang dibutuhkan silahkan diusulkan, ada penguatan anggaran di tahun ini kalau tidak memungkinkan bisa ditindaklanjuti tahun berikutnya," kata Edhy.

Edhy menyampaikan presiden meminta segera melakukan penguatan dan meningkatkan realisasi dana KUR untuk masyarakat sehingga para nelayan dan pembudidaya dapat memanfaatkan dana tersebut sebagai modal usaha.

“Saya sudah minta kepada Ditjen Perikanan Budidaya untuk mengkoordinasi dan mengidentifikasi para kelompok pembudidaya yang ingin memanfaatkan dana KUR, apalagi dana ini tanpa anggunan atau jaminan sehingga dapat digunakan, dengan bunga yang relatif ringan yaitu 1,1%,” tambah Edhy.

Edhy Prabowo Tegaskan Akan Perangi Nelayan Asing Pencuri Ikan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata