logo


Tak Mau Gembar-gembor Soal Anggaran DKI Jakarta, Anies Baswedan: Saya Memilih Diam dan Upgrade Aplikasinya

Simak berita selengkapnya

15 November 2019 14:00 WIB

Anies Baswedan ungkapkan penyesalannya di pelantikan Wali Kota baru Jakarta Utara, selasa (3/9).
Anies Baswedan ungkapkan penyesalannya di pelantikan Wali Kota baru Jakarta Utara, selasa (3/9). Detik News

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Polemik anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih terus bergulir. Lem Aibon berada di nomor urut pertama yang terkuak dan menjadi perbincangan berbagai kalangan. Sebab, anggaran yang digelontorkan dianggap terlalu besar.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut beberapa anggaran yang disebut janggal merupakan warisan dari kepemimpinan sebelumnya.

"Pada saat Ahok (memimpin), masalah ini sudah ada, karena dulu cara melihat anggarannya dilihat satu persatu," tutur Anies, dalam tayangan podcast di kanal Deddy Corbuzier pada Kamis (14/11).


Gelar Mukernas ke-3, Syarikat Islam Fokus Soal Pemberdayaan Ekonomi Umat

Anies mengatakan tidak ingin membesar-besarkan masalah yang sudah ditemuinya sejak memimpin Jakarta. Mantan Mendikbud itu lebih memilih membenahi pemasukan data anggaran itu daripada mengumbar masalah.

Mengetahui kejanggalan anggaran, Anies mencoba memberi solusi kepada anak buahnya melalui pembaharuan aplikasi. Diharapkan aplikasi itu dapat menolak pemasukan data yang tidak masuk akal. Pengembangan aplikasi, kata Anies, sudah dilakukan sejak 2018.

"Kalau saya mau jadikan komoditas politik, bisa saja ini saya gembar-gembor menemukan masalah dari pemimpin sebelumnya. Saya memilih diam, dan saya upgrade aplikasinya," ujar Anies.

PKS Usung Anies Baswedan di Pilpres 2024? Ini Penjelasan Mustafa Kamal

Halaman: