logo


Geram dengan Pemberitaan Media, KKP: Menteri Edhy Prabowo Tak Pernah Bilang...

Edhy dikabarkan tidak akan meneruskan kebijakan menteri Sebelumnya

15 November 2019 13:07 WIB

Menteri Kelautan & Perikanan Edhy Prabowo
Menteri Kelautan & Perikanan Edhy Prabowo Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Kelautan & Perikanan (KKP) RI angkat bicara terkait dengan pemberitaan beberapa media yang menyudutkan pernyataan Menterinya Eddy Prabowo. Pasalnya di beberapa media kemarin (15/11) Eddy dikabarkan tidak akan meneruskan kebijakan menteri sebelumnya Susi Pudjiastuti soal penenggelaman kapal.

"Menteri @Edhy_Prabowo tidak pernah menyatakan 'tidak ada lagi kebijakan penenggelaman kapal," cuit akun Twitter @kkpgoid (15/11).

Hal senada juga dinyatakan oleh Politisi muda Partai Gerindra TB Ardi Januar yang saat itu berada bersama Eddy Prbowo pada acara Apel Siaga Pasukan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) di Batam.


KRI Tanjung Kambani 971 Debarkasi Prajurit Yonif 143/Tri Wera Eka Jaya Usai Tugas Satgas Pamtas RI – PNG

"Saya kaget perasaan Pak Menteri tidak bicara seperti itu Saya ada di lokasi saat wawancara terjadi," tulis TB Ardi di akun Facebooknya (15/11).

TB Ardi juga menyayangkan pemberitaan tersebut sudah menjadi konsumsi publik di media sosial dan banyak warganet yang berkomentar nyinyir terkait hal terebut.

"Komentar pembaca serem-serem. Menteri Edhy habis dibully, Presiden dibilang salah pilih menteri, Edhy juga difitnah sedang negosiasi sama para pencuri," Imbuhnya.

Walaupun media kompas sudah mengklarifikasi pemberitaan ini tapi TB Ardi tetap menyayangkan karena berita tersebut sudah menyebar dan menjadi konsumsi publik.

"Kita hormati klarifikasi Kompas meski judul berita yang lama sudah di-capture orang dan disebar kemana-mana," tandasnya.

Kementerian KKP juga berharap warganet mencari tahu terlebih dahulu kebenaran sebuah berita sebelum menyebarkannya. "Mohon tidak menyebarluaskan pemberitaan yang salah sebelum tahu kebenarannya," cuit @kkpgoid.

Terkait Impor Garam, Begini Alasan Menteri Edhy

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman