logo


Serikat Pekerja Pertamina Desak 100 Persen Blok Mahakam

Saat ini sudah saatnya pemerintah percaya kepada pertamina sebagai satu-satunya perusahaan energi nasional

18 Maret 2015 14:07 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ratusan pekerja PT. Pertamina yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) meminta kepada pemerintah agar pengelolaan Blok Mahakam diserahkan secara penuh atau seratus persen kepada PT. Pertamina.

Pernyataan itu dikatakan Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Eko Wahyu Laksmono dalam menggelar “deklarasi pekerja peduli pertamina” yang berlangsung Rabu (18/3) di Kantor Pusat Pertamina.

Lanjutnya, saat ini sudah saatnya pemerintah percaya kepada pertamina sebagai satu-satunya perusahaan energi nasional yang sahamnya murni 100 persen milik Negara. “Serahkan Blok Mahakam 100 % kepada pertamina now or never. Kami pekerja pertamina berkomitmen menyatakan bahwa pertamina siap dan mampu mengelola blok Mahakam,” ungkap Eko dalam deklarasinya.


Program Langit Biru Pertamina Hadir di Jakarta Pusat dan Jakarta Utara, Ada Promo Pertalite

Eko juga meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, untuk memastikan Pertamina dapat menyusun program kerja masa transisi (2015-2017) yang komprehensif dan realistis. Hal itu agar Blok Mahakam yang dulunya dikelola Total dan Inpex, masih bekerja dengan optimal.

"Sehingga mampu mempertahankan dan meningkatkan produksi migas Blok Mahakam dalam rangka pendukung terbentuknya Kedaulatan Energi Nasional," ungkap Eko

Ia pun menghimbau kepada FSPPB di seluruh sentra operasi atau produksi Pertamina agar tetap mampu menjaga kelancaran distribusi Energi Nasional. Eko juga meminta peningkatan kesiagaan dan kewaspadaan dalam menyikapi perkembangan keputusan Pemerintah terhadap hal yang diperjuangkan.

"Jangan mengambil tindakan apapun sampai ada perintah organisasi lebih lanjut," kata Eko.  

Pada saat kontrak berakhir pada tahun 2017 nanti, diperkirakan cadangan Blok Mahakam yang tersisa sebesar 100 juta barrel minyak dan 6-8 TCF gas yang bernilai lebih dari Rp 500 triliun

 

Wacana Penghapusan Premium, DPR: BBM Ramah Lingkungan dan Murah Harus Tetap Disediakan

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid