logo


Perkenalkan Mutiara Lokal Kelas Dunia, KKP Gelar Indonesian Pearl Festival 2019

Edhy mengungkapkan, Indonesia merupakan negara penghasil mutiara terbesar kelima di dunia dan termasuk yang diperhitungkan

14 November 2019 20:24 WIB

Preskon Indonesian Pearl Festival (IPF) 2019
Preskon Indonesian Pearl Festival (IPF) 2019 ist

Agus lantas membeberkan, keistimewaan mutiara Laut Selatan dibanding mutiara lainnya yakni memiliki ukuran terbesar (9-17mm), serta berbentuk bulat, mendekati bulat, tetes air, tombol, oval dan baroque.

“Kemudian, mutiara tersebut berwarna putih dan gold, serta permukaan mutiara terlihat biru, silver, hijaun dan merah jika permukaan nacre terkena cahaya,” beber Agus.

Lalu, Ketua Divisi Marketing Asbumi, Ratna Zhuhry, mengatakan bahwa saat ini pasar mutiara Indonesia tergerus oleh mutiara-mutiara asal China.


Seminggu Jadi Menteri KKP, Edhy Prabowo ke Susi: Kami akan Lanjutkan Perjuangan

"Kami bukan menghalangi mutiara China masuk ke Indonesia. Tapi mereka harus masuk dengan kriteria, namun kriteria itu belum diberlakukan saat ini," kata Ratna.

Keistimewaan ajang ini, sambung Ratma, juga akan memberikan sertifikasi kepada ragam mutiara yang diikutsertakan melalui dewan kurator. Dewan kurator ini berasal dari perusahaan jepang, Austria dan Ceko akan menilai mutiara yang diikutsertakan dalam festival.

“Jadi, dengan adanya kurator ini, ada jaminan bahwa mutiara ini mutiara asli laut selatan,” tandas Ratna.

Sementara itu, Ketua Asbumi, Anthony Tanios, mengatakan, para pengusaha Asbumi ingin memperkenalkan bahwa mutiara jenis South Sea Pearl, jauh lebih unggul dibandingkan mutiara impor seperti jenis Freshwater Pearl.

“Secara harga, mutiara ini memang jauh lebih mahal. Tapi secara kualitas, South Sea Pearl jauh lebih unggul,” tukas Anthony.

 

Lama Tidak Dikemudikan, Kapal Ikan Sitaan Susi Akan Dihibahkan

Halaman: 
Penulis : Admin