logo


Menko PMK Masih Lanjutkan KKN Tematik Revolusi Mental

Simak berita selengkapnya

14 November 2019 15:08 WIB

Menko PMK, Muhadjir Effendy
Menko PMK, Muhadjir Effendy Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kegiatan KKN RM sangat strategis dalam upaya mensosialisasikan Program Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) melalui Perguruan Tinggi dan mahasiswa, masyarakat pedesaan dapat tersentuh langsung dengan program GNRM.  Demikian disampaikan Menko PMK, Muhadjir Effendy saat memberikan sambutan pada Rapat Evaluasi Kuliah Kerja Tematik Revolusi Mental Tahun 2019. Rapat diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis pagi (14/11).

Menurut Menko PMK, GNRM dimaksudkan untuk membentuk karakter bangsa yang berintegritas, beretos kerja keras, dan bergotong royong. Fakta membuktikan bahwa perubahan-perubahan besar yang terjadi dalam perjalanan sejarah bangsa tidak terlepas dari peran para pemuda terutama mahasiswa.

Kuliah Kerja Nyata (KKN), kata Menko PMK, merupakan salah satu kegiatan PT yang telah bersinergi dengan Kemenko PMK. Selama 4 tahun ada 55 PT yang telah bermitra dengan Kemenko PMK dalam mensukseskan GNRM. PT menjadi garda terdepan dalam implementasi GNRM yang mendorong perubahan pola pikir, sikap dan perilaku yang berorientasi pada kemajuan di tengah masyarakat. Dengan GNRM kita mengharapkan Indonesia menjadi bangsa yang besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Dalam konteks ini, mahasiswa di PT merupakan ujung tombak implementasi GNRM dengan berperan sebagai Agent of Change.


Soal Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Menko PMK: Belum Ada Ketetapan

Berdasarkan laporan, secara akumulatif dari tahun 2016 sampai dengan 2019 terdapat lebih dari 42.000 mahasiswa aktif dalam kegiatan KKN RM. Mahasiswa tinggal di lokasi KKN RM selama kurang lebih 42 hari. Mereka menyatu dengan masyarakat, belajar memahami kehidupan masyarakat dan bersama-sama melaksanakan berbagai program KKN RM. Melalui program ini tidak saja masyarakat mendapatkan manfaat, tetapi mahasiswa juga mendapatkan bekal pengetahuan tentang persoalan riil yang dihadapi masyarakat. Kehadiran 42.000 mahasiswa setara dengan 1.764.000 men hour days. Setidaknya melalui program ini mahasiswa menjadi bagian dari masyarakat yang telah melaksanakan revmen.

"Saya berharap semua PT terutama yang telah 3 dan 4 kali menjadi pelaksana KKN RM dapat semakin baik dalam hal program maupun secara administrasi. Jangkauannya pun tentu saja harus lebih banyak dan luas. Hal ini sejalan dengan harapan Presiden Joko Widodo bahwa kebijakan pemerintah tidak hanya sekedar sent tetapi juga delivered. Program tidak hanya sekedar dilakukan untuk masyarakat tetapi justru harus diterima dan dirasakan oleh masyarakat," kata Menko PMK.

Setelah memberikan sambutan, Menko PMK dengan didampingi oleh Seskemenko PMK, YB. Satyasana Nugraha, Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Agus Sartono, Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Nyoman Shuida serta para Rektor yang hadir membuka secara resmi pelaksanaan rapat.

Sebelumnya, Menko PMK juga berkesempatan memberikan penghargaan kepada PT yang sukses dalam pelaksanaan KKN RM. Untuk kategori Program Terbaik diraih oleh Universitas Diponegoro, kategori Tata Kelola Administrasi terbaik diraih UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Kategori Publikasi Terbaik diraih IAIN Tulungagung, dan Kategori PT Terfavorit diraih Universitas Borneo Tarakan.

Atap SDN Gentong Runtuh, Menko PMK: Akan Segera Dibangun Sekolah Darurat

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan