logo


Lakukan Kerja Sama Perjanjian Dagang, Indonesia-Kolombia Rencanakan Studi Kelayakan

Simak berita selengkapnya

14 November 2019 11:09 WIB

Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan RI Made Marthini (foto/ist/net)
Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan RI Made Marthini (foto/ist/net)
dibaca 71 x

Pada 12 November 2019 di Bogota, Indonesia dan Kolombia akan segera memulai studi kelayakan bersama (Joint Feasibility Study/JFS) dalam rangka penjajakan pendalaman akses pasar sejumlah produk Indonesia ke Kolombia. Kesepakatan tersebut dicapai pada Pertemuan Persiapan Perjanjian Perdagangan Masa Depan (Preparatory Meeting of Indonesia-Colombia Future Trade Agreement) Indonesia-Kolombia.

Pertemuan tersebut dihadiri Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan RI Made Marthini dengan Wakil Menteri untuk Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Industri, dan Pariwisata Kolombia Laura Valdivieso Jimenez.

Made Marthini mengatakan studi kelayakan bersama dilakukan untuk menjajaki pendalaman akses ke pasar untuk beberapa produk Indonesia yang akan masuk ke Kolombia.


Dijuluki Mother Of YouTube, Begini Reaksi Miss Merry Riana

Dalam melakukan studi kelayakan bersama, Indonesia dan Kolombia juga menyepakati Kerangka Acuan Kerja (ToR) Studi Kelayakan Bersama. Dengan target selesai pada bulan Juni 2020.

"Kerangka Acuan Kerja Studi Kelayakan Bersama ini merupakan bentuk dari komitmen tinggi kedua delegasi. Hasil dari studi ini nantinya akan memberikan rekomendasi kepada kedua Menteri Perdagangan untuk melakukan perjanjian dagang Indonesia-Kolombia," pungkas Made.

Made juga menegaskan upaya yang dilakukan adalah langkah positif dalam pendekatan Pemerintah Indonesia ke Pasar Tradisional di wilayah Amerika Latin. Hal ini didukung Kedutaan Besar RI di Bogota dan Kedutaan Besar Kolombia di Jakarta yang menindaklanjuti komunikasi antara para Menteri Perdagangan kedua negara.

Tidak hanya kesepakatan studi kelayakan bersama dan pembahasan kerangka acuan kerja, pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk saling bertukar informasi mengenai kebijakan perdagangan terkini, yaitu perkembangan dan status perundingan bilateral masing-masing negara, bertukar contact point, dan menentukan langkah ke depan.

Ditulis oleh: danny wahyudi

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Resmi! Istri Mendagri Tito Karnavian Dilantik Jadi Ketua Umum TP PKK

Halaman: 
Admin : Trisna Susilowati