logo


Kemenperin Ingin Koperasi Industri Kreatif Jadi Pelecut Ekonomi Kerakyatan

Pemerintah berfokus pada pengembangan sektor riil terutama Perkoperasian

14 November 2019 09:59 WIB

Menteri Perindistrian Agus Gumiwang Kartasasmita
Menteri Perindistrian Agus Gumiwang Kartasasmita dok. Kemenperin

MAKASSAR, JITUNEWS.COM - Penguatan peran koperasi sebagai penggerak ekonomi haruslah didukung, hal ini sejalan dengan usah Kementerian Perindustrian yang ingin menghidupkan kembali koperasi industri kreatif.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan bahwa pemerintah berfokus pada pengembangan sektor riil yang berbasis ekonomi kerakyatan.

“Hal tersebut sesuai dengan komitmen pemerintah dalam memberikan perhatian yang luar biasa kepada sektor riil khususnya yang berbasis pada ekonomi kerakyatan,” ujar Agus Gumiwang pada Musyawarah Nasional Dewan Koperasi Indonesia di Makassar (12/11).


Kemenperin Akan Fasilitasi Sertifikat untuk Mendorong Industri Kecil Menengah

Menperin menjelaskan pada ekonomi kreatif Indonesia mempunyai keunggulan dalam hal keragaman oleh sebab itu ini bisa dijadikan modal besar untuk pelaku ekonomi kreatif.

“Apalagi didukung oleh fakta bahwa Indonesia akan mendapat bonus demografi pada tahun 2020-2030, sehingga generasi muda yang kreatif memiliki potensi yang besar dan perlu diberikan pembinaan untuk menjadi wirausaha baru agar dapat bersaing dalam menggerakkan perekonomian nasional,” paparnya.

Kemenperin mencatat di tahun 2018, Indutri kreatif ini mampu berkontribusi terhadap PDB nasional dengan diperkirakan mencapai Rp1000 triliun. Adapun tiga subsektor yang berkontribusi besar terhadap ekonomi ialah industri kuliner sebesar 41,69 persen, industri fesyen (18,15 persen), dan industri kriya (15,70 persen).

Pemerintah juga berupaya memacu sektor industri kecil dan menengah (IKM) dengan cara melakukan klaster industri.

“Jadi, ada klaster yang isinya jenis usaha atau jenis industri yang sama. Di satu sisi ada juga klaster yang pembagian wilayah-wilayahnya akan ditentukan jenis industrinya,” ujarnya.

“Dari clustering itu, kami berharap para pelaku IKM bisa masuk bagian dari supply chain untuk industri yang besar. Tentunya ini akan menciptakan lapangan kerja,” imbuhnya.

Dari sisi permodalan pemerintah mengucurkan dana untuk menggenjot produktivitas IKM dengan pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR).“Pemberian KUR juga akan lebih mudah dengan adanya klaster industri. Selain itu, kami akan mengusulkan tentang KUR spesifik bagi IKM,” ungkapnya.

Kebijakan Safeguard Diteken, Agus Gumiwang Optimis Industri Tekstil Akan Bangkit

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman