logo


Bantah Pendapat Mahfud MD, MUI: Jangan Terlalu Cepat Menyimpulkan Teror Jihadis

Simak berita selengkapnya

14 November 2019 09:02 WIB

Mahfud MD
Mahfud MD Kompas

JAKARTA, JITUNEWS.COM -Aksi teror dalam bentuk bom bunuh diri  terjadi di Mapolrestabes Medan pada hari Rabu (13/11) mengakibatkan enam orang luka-luka. Aksi teror bom bunuh diri tersebut menurut Menkopolhukam Mahfud MD merupakan bentuk teror jihadis.

"Iya itu kan radikal ada tiga tingkatan ya satu menganggap orang lain musuh, kedua pengeboman gitu teror. Lalu ketiga ada wacana tentang ieologi. Nah ini sudah masuk yang kedua ini, teror jihadis namanya kalau dalam bahasa populer," kata Mahfud MD saat ditemui di SICC Sentul, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019.

Sekjen MUI Anwar Abbas menentang pendapat Mahfud MD tersebut, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Menurutnya kata jihadis berarti 'bersungguh-sungguh', tidak mesti berhubungan dengan teroris.


Bom Bunuh Diri di Medan, Mahfud: Yang Satu Bombernya Lari

"Pak Mahfud MD ini terlalu cepat menyebut jihadis. Pilihan diksinya terlalau cepat dan menimbulkan kontroversi. Kalau disebut jihadis, itu pasti orang Islam yang tertuduh," kata Anwar seperti dilansir kumparan, Kamis (14/11/2019).

"Jadi (jihad) bisa dalam (konteks) bekerja atau melawan musuh, dalam berperang. Nah misalnya, kalau ada negara maju menyudutkan kita dan kita lawan, itu namanya jihad. Masa orang bersungguh-sungguh melawan kita, tetapi kita tidak," pungkasnya.

 

Tanggapi Puan, Mahfud: Program Deradikalisasi kok Dievaluasi

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati