logo


Menko PMK Paparkan Upaya Penanggulangan Stunting

Berikut ulasannya

13 November 2019 19:29 WIB

Menko PMK, Muhadjir Effendy di forum Rakornas Pemerintah Pusat dan Forkopimda Tahun 2019 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).
Menko PMK, Muhadjir Effendy di forum Rakornas Pemerintah Pusat dan Forkopimda Tahun 2019 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11). Kemenko PMK

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menko PMK, Muhadjir Effendy, mengatakan ada dua titik tekan dalam visi dan misi Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres, KH Ma’ruf Amin, yang akan menjadi konsentrasi kerja koordinasi Kemenko PMK dan pelaksanaannya oleh para K/L yang berada di bawah koordinasi Kemenko PMK yaitu pada butir pertama dan kelima.

Butir pertama menyebutkan tentang peningkatan kualitas manusia Indonesia, sementara butir ke-5 menyatakan bahwa kemajuan budaya mencerminkan kepribadian bangsa. Kedua ‘titik tekan’ itu disampaikan Muhadjir mengawali paparannya di tengah forum Rakornas Pemerintah Pusat dan Forkopimda Tahun 2019 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).

Upaya meningkatkan kualitas hidup rakyat, kapabilitas rakyat berupa makin menurunnya kesenjangan, dan pembangunan karakter bangsa yang terus dikoordinasikan, disinkronkan, dan dikendalikan oleh Kemenko PMK terhadap K/L teknis di bawahnya selanjutnya akan diukur menggunakan indikator makro. Indikator itu berupa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang ditahun depan ditargetkan mencapai angka 72,5; gini rasio menjadi 0,375-0,380; serta angka kemiskinan yang berada di kisaran 8,5-9,0 persen. Hingga nanti Kabinet Indonesia Maju berakhir di tahun 2024, IPM Indonesia ditargetkan berada di angka 75,54; gini rasio menjadi 0,370 – 0,374; dan angka kemiskinan telah berada di angka 6,5 – 7,0 persen saja.


Atap SDN Gentong Runtuh, Menko PMK: Akan Segera Dibangun Sekolah Darurat

Dalam forum ini, ia kemudian menekankan bahwa membangun generasi Indonesia yang unggul harus dapat dimulai sedini mungkin.

“Terutama bagi para remaja putri kita, sebagai calon ibu di masa depan. Apa yang mereka lakukan, bahkan yang mereka makan saat ini akan sangat menentukan bagaimana kualitas manusia Indonesia di masa depan. Bagaimana akan lahir anak-anak yang sehat jika ibunya saja sudah stunting, misalnya? Stunting itu tidak dimulai setelah bayi lahir tetapi terjadi justru semasih anak itu dalam kandungan,” tegas Muhadjir.

Ajak Perempuan Siapkan Generasi Unggul, Menko PMK: Stunting Tidak Hanya Karena Gizi Buruk

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata