logo


Karyawan Facebook Protes Mark Zuckerberg Terkait Penayangan Iklan Politik, Penyebaran Hoax dan Ujaran Kebencian

berikut penjelasannya

13 November 2019 04:10 WIB

Ilustrasi Facebook.
Ilustrasi Facebook. Pixabay

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Selama beberapa tahun belakangan, Platform Media Sosial Facebook terus menuai kecaman dari warga dunia. Hal tersebut terjadi karena Facebook tetap mengizinkan penayangan iklan yang berisi konten hoax serta ujaran kebencian.

Namun, baru-baru ini diketahui bahwa kecaman tersebut tidak hanya datang dari masyarakat internasional saja, para pegawai Facebook pun juga melakukan protes terhadap kebijakan ini.

Dilansir dari Engadget (29/10), lebih dari 250 karyawan Facebook dikabarkan telah membuat sebuah petisi kepada CEO Facebook, Mark Zuckerberg. Para pegawai Facebook tersebut berpendapat bahwa dengan membiarkan informasi yang salah untuk tetap ditampilkan di dalam Facebook, hal tersebut dapat meningkatkan ketidakpercayaan dan merusak integritas Facebook.


Pemerintah China Bikin Undang-undang Pembatasan dalam Bermain Game

"Informasi yang salah mempengaruhi kita semua. Kebijakan kita saat ini tentang memeriksa orang di kantor politik, atau mereka yang mencalonkan diri, merupakan ancaman terhadap apa makna FB sebenarnya. Kami sangat menentang kebijakan ini. Itu tidak melindungi suara, tetapi sebagai gantinya memungkinkan politisi untuk mempersenjatai platform kami dengan menargetkan orang-orang yang percaya bahwa konten yang diposting oleh tokoh-tokoh politik dapat dipercaya," tulis karyawan Facebook dalam petisinya.

Lebih lanjut, para pegawai tersebut turut memberikan enam cara untuk memperbaiki situasi, termasuk diantaranya menahan iklan politik dengan standar yang sama dengan iklan lainnya, membatasi target iklan politik, dan kebijakan yang lebih jelas secara umum.

Tidak Mau Kalah dari Qualcomm, MediaTek Siap Luncurkan Chipset 5G

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia