logo


MUI Jatim Keluarkan Edaran Perihal Salam, Mardani Ali Sera: Toleransi Tidak Menyangkut Urusan Agama

berikut penjelasannya

13 November 2019 01:00 WIB

pkstv

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). PBNU menilai bahwa pengucapan salam agama lain merupakan suatu bentuk toleransi, bukan sebuah penistaan atau pelecehan.

"Sebagai salam kebangsaan yang tentu semua para tokoh atau pemimpin bermaksud untuk mempersatukan. Sepanjang yang saya lihat dari berbagai forum tidak ada satu pun yang berniat menistakan, melecehkan, atau menodai," kata Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini dilansir dari CNN Indonesia, Rabu (13/11).

Sementara itu pendapat berbeda dilontarkan oleh Mardani Ali Sera. senada dengan MUI Jatim, politisi Partai Keadilan Sejahtera tersebut juga menilai bahwa pengucapan salam adalah salah satu ajaran agama, sehingga tidak bisa dicampuradukkan dengan ajaran lainnya.


Terkait Pengucapan Salam Pembuka Semua Agama, Ini Kata MUI

"Toleransi tidak menyangkut urusan agama," ujarnya seperti dilansir dari CNNIndonesia.

Oleh sebab itu, ia mengimbau perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut terkait pernyataan MUI Jatim, mengingat MUI merupakan pemegang otoritas tertinggi dalam fatwa keagamaan.

"Kita perlu dengan penuh kejernihan mempelajari dan mendengar apa yang menjadi dasar (pernyataan MUI)," imbuhnya.

Meski demikian, dirinya mengaku tidak bisa memaksa semua pejabat publik untuk mengikuti imbauan MUI Jatim tersebut.

"Diserahkan pada kebijakan masing-masing (pejabat publik)," ujar dia.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur (Jatim) mengeluarkan surat edaran yang berisi imbauan kepada para pejabat dan siapapun tidak mengucapkan salam atau kalimat pembuka dari semua agama pada acara resmi.

Imbauan tersebut dikeluarkan dalam surat edaran yang ditandatangani oleh KH.Abdusshomad Buchori selaku Ketua MUI Jatim dan Sekretaris Umum Ainul Yaqin. Hal ini karena kalimat dan salam dari agama dianggap berkaitan dengan masalah keyakinan agama tertentu.

Soal Salam Semua Agama, Said Aqil: Iman di Hati Kan, Bukan di Mulut

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia