logo


Jokowi Minta Mendikbud Benahi Sistem Vokasi, "Reformasi Harus Dimulai dari Hulu"

Simak berita selengkapnya

12 November 2019 16:02 WIB

Joko Widodo / Jokowi
Joko Widodo / Jokowi Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menugaskan Mendikbud Nadiem Makarim membenahi sistem vokasi. Perbaikan tersebut dimaksudkan untuk mendorong peningkatan angkatan kerja yang terampil dan berdaya saing.

"Meningkatkan keterampilan angkatan kerja existing yang semakin produktif dan berdaya dan supaya menjadi catatan kita semuanya, 58 persen tenaga kerja kita itu lulusan SMP ke bawah," ujar Jokowi di rapat terbatas soal Kartu Pra-Kerja di kantor Presiden, Jakarta Pusat, dilansir dari detikcom pada Selasa (12/11).

Menurut Jokowi, mayoritas tenaga kerja saat ini tidak menempuh pendidikan hingga SMA/sederajat atau SMK. Oleh karena itu, perlu adanya reformasi pembenahan sistem pelatihan dan vokasi agar disesuaikan dengan permintaan lapangan kerja.


Surya Paloh: Ingin Saya Peluk Jokowi Lebih Erat tapi Tidak Bisa

"Karena itu, reformasi harus dimulai dari hulunya, yaitu pembenahan dalam sistem pelatihan dan vokasi itu urusan Mendikbud yang kita harapkan disambungkan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri," tutur Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi meminta Kartu Pra-Kerja yang diberlakukan pada 2020 dapat dimanfaatkan para pencari kerja agar bisa memilih pelatihan yang sesuai dengan minatnya.

"Mereka bisa memilih pelatihan yang diminati, mulai misalnya barista, koki, animasi, desain grafis, bahasa Inggris, komputer, teknisi, programming, coding. Kita harapkan ini dikerjakan secara masif," ujarnya.

Tingkatkan Jumlah UMKM, Jokowi Minta Ini...

Halaman: