logo


Inilah Alasan BPOM Larang Penggunaan Vape dan Rokok Elektrik

Simak ulasan selengkapnya

12 November 2019 09:19 WIB

Ilustrasi, rokok elektrik.
Ilustrasi, rokok elektrik. Getty Images

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Akhir-akhir ini wacana pemerintah untuk melarang penggunaan rokok elektrik dan vape semakin ramai diperbincangkan oleh banyak pihak.

Sebelumnya pemerintah telah menerapkan cukai sebagai langkah untuk membatasi konsumsinya. Kini pemerintah lebih gencar lagi melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengusulkan pelarangan penggunaan rokok elektrik dan vape di Indonesia.

Kepala BPOM, Penny Lukito mengatakan bahwa usulan itu akan masuk pada revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

"Ya harus ada payung hukum. Kalau belum ada BPOM tidak bisa mengawasi dan melarang. Payung hukumnya bisa revisi PP 109," kata Penny, dikutip dari laman Detik (12/11).


Stop Vaping! Kemenkes Beberkan Zat Berbahaya Dalam Rokok Elektrik

Lebih lanjut, Penny berasalan bahwa hingga saat ini badan kesehatan PBB yakni WHO masih belum menemukan cukup bukti mengenai rokok elektrik sebagai pengganti yang aman dari rokok konvensional.

"WHO menyatakan tidak ada cukup bukti untuk menunjukkan rokok elektronik dapat digunakan sebagai terapi berhenti merokok," ungkap dia.

Bahaya! Cairan Rokok Elektrik Sebabkan Popcorn Lungs

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma