logo


Mendagri Berencana Kaji Ulang Pilkada, Puan Maharani: Jangan Sampai Mundur ke Belakang

berikut penjelasannya

12 November 2019 02:21 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tito Karnavian selaku Mendagri berencana untuk mengkaji ulang sistem pilkada langsung. Ketua DPR Puan Maharani menilai evaluasi perlu dilakukan namun, ia berpesan agar evaluasi dan kajian tersebut dilakukan dengan cermat dan berhati-hati.

"Ya kita lihat dulu urgensinya, apa yang disampaikan Pak Mendagri itu. Karena apa pun kita itu sudah melakukan pemilihan langsung sudah beberapa kali, dan memang banyak hal yang perlu dievaluasi. Kemudian ada urgensi tertentu itu Komisi II dan mengkaji hal itu secara hati-hati, jangan sampai kita mundur ke belakang," ujar Puan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (11/11).

Puan Maharani mengatakan jika Kemendagri harus mempelajari hal tersebut satu per satu dan tidak secara global mengingat ada lebih dari 500 kota dan kabupaten yang selama ini menyelenggarakan Pilkada langsung di Indonesia. Dirinya kembali mengamanatkan bahwa evaluasi penyelenggaraan Pilkada tersebut harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati.


Mendagri Sebut Pilkada Langsung Banyak Mudarat, KPU: Jangan Kembalikan ke Pilkada Tak Langsung

"Kita kan negara besar, 500 lebih kabupaten/kota dengan 34 provinsi, kita lihatnya case by case, dalam artian tak bisa secara menyeluruh, ada daerah yang berhasil, ada yang perlu evaluasi. Ini kita cermati secara hati-hati dan kita kaji secara hati, jangan sampai kita reaktif dan mundur ke belakang," jelasnya.

Sebelumnya, Tito menilai bahwa mudarat atau dampak buruk pilkada langsung tidak bisa dipungkiri. Oleh karena itu, mantan Kapolri tersebut menyarankan untuk diadakan kajian dan riset perihal dampak atau manfaat dari pilkada langsung.

Rela Mundur dari PNS Demi Kursi Tangsel 1, Putri Ma’ruf Amin Banjir Kritikan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia