logo


Mendagri Sebut Pilkada Langsung Banyak Mudarat, KPU: Jangan Kembalikan ke Pilkada Tak Langsung

berikut penjelasannya

11 November 2019 05:44 WIB

Warga memberikan hak suaranya di TPS 73 Kecamatan Sukmajaya, Depok, Rabu (27/6).
Warga memberikan hak suaranya di TPS 73 Kecamatan Sukmajaya, Depok, Rabu (27/6). Dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Usai ditanya persiapan Pilkada oleh wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (6/11) lalu, Mendagri Tito Karnavian mengevaluasi apakah pelaksanaan Pilkada langsung masih relevan untuk saat ini.

"Tapi kalau dari saya sendiri justru pertanyaan saya adalah apakah sistem poltik pemilu Pilkada ini masih relevan setelah 20 tahun," kata Tito seperti dilansir dari Tribunnews.

Mendagri Tito Karnavian juga menyebut banyaknya kepala daerah yang terjerat kasus tindak pidana korupsi karena besarnya ongkos politik yang harus dikeluarkan pasangan calon.


Terkait Penggunaan APBD, Mendagri Imbau Pemda, "Jangan Hanya Buat Program..."

"Banyak manfaatnya yakni partisipasi demokrasi, tapi kita lihat mudaratnya juga ada, politik biaya tinggi. Kepala daerah kalau nggak punya Rp 30 miliar mau jadi bupati, mana berani dia," kata dia.

Tito menilai bahwa mudarat atau dampak buruk pilkada langsung tidak bisa dipungkiri. Oleh karena itu, mantan Kapolri tersebut menyarankan untuk diadakan kajian dan riset perihal dampak atau manfaat dari pilkada langsung.

Menanggapi hal tersebut, Komisi Pemilihan Umum ( KPU) mengungkapkan jika sistem pilkada langsung saat ini tidak bisa lepas dari sejumlah permasalahan dan kendala. Namun, hal tersebut bukan jadi alasan untuk mengembalikan pola pemilihan kepala daerah menjadi tidak langsung.

"Masalah dalam pilkada langsung memang ada, namun bukan lantas kembali ke pilkada tak langsung, " ujar Komisioner KPU Viryan Azis, Jumat (8/11).

Menurutnya, sebaiknya permasalahan yang terjadi didalam pilkada perlu dievaluasi dan diperbaiki.

Dirinya memandang bahwa sistem pilkada secara langsung dan serentak harus diperbaiki dan disempurnakan, sama seperti mengembangkan sistem informasi.

"Seperti kita mengembangkan sistem informasi atau android dan iOs selalu ada perbaikan dengan versi terbaru sebagai penyempurnaan," tegas dia.

Tito Karnavian Siap Berantas ASN yang Terpapar Radikalisme

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia