logo


Jokowi Tambah Wakil Menteri, Pengamat Politik: Cuma Bagi-bagi Kursi

simak penjelasannya

11 November 2019 01:08 WIB

IG @jokowi

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Rencana Presiden Jokowi untuk menambah posisi enam wakil menteri dinilai sebagian pakar bakal menambah gemuk postur birokrasi. Rencana ini bertolak belakang dengan gagasan perampingan birokrasi.

Peneliti Pusat Kajian Kebijakan Publik dan Hukum (Puskapkum) Indra Nainggolan mengatakan rencana penambahan enam kursi wakil menteri menunjukkan terjadinya ketidaksinkronan visi Presiden.

"Penambahan enam kursi Wamen mengingkari ide Presiden sebelumnya dengan rencana merampungkan postur birokrasi dengan menghapus eselon III dan eselon IV," sebut Indra di Jakarta, Minggu (10/11).


Bukan Sebutan Sedari Kecil, Ini Sosok yang Pertama Kali Memberi Nama 'Jokowi'

Indra menilai penambahan kursi Wamen menjadi total 18 kursi ini secara nyata akan menjadikan birokrasi semakin gemuk. Apalagi, ada satu kementerian yang memiliki lebih dari satu kursi Wamen.

"Dalam konteks ini penambahan kursi Wamen menyebabkan birokrasi tidak bisa bergerak cepat," ingat Indra.

Dosen di Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya ini menambahkan bahwa tugas dan fungsi Wamen hakikatnya telah melekat pada jabatan struktural di kementerian yang berada di bawah menteri.

"Presiden seharusnya lebih mengutamakan kemampuan personal, track record, serta integritas seorang menteri daripada kepentingan politis yang menambahkan jabatan wamen," tandas Indra.

Indra juga menyebut bahwa penambahan kursi Wamen ini dipastikan akan menambah biaya negara terkait dengan tunjangan dan fasilitas yang akan diterima Wamen.

"Ada beban keuangan negara yang akan muncul akibat keberadaan Wamen ini," ujar Indra.

Dirinya juga menilai penambahan pos Wamen ini tak lebih merupakan upaya bagi-bagi kursi bagi para politisi dan pendukungnya. Semestinya, tambahnya, Jokowi di periode kedua lebih efektif dalam memimpin kabinet.

"Tanda-tanda kurang efektif di periode kedua Jokowi kian tampak. Salah satunya dalam penyusunan kabinet ini. Selera Presiden dalam penyusunan kabinet turun kelas dibanding periode pertama dulu," pungkasnya.

Partai Gelora Disebut Akan Bernasib Buruk Karena Rekrut Deddy Mizwar, Fahri Hamzah: Dia Itu Guru Kami Semua

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia