logo


Ajak Perempuan Siapkan Generasi Unggul, Menko PMK: Stunting Tidak Hanya Karena Gizi Buruk

berikut penjelasannya

11 November 2019 00:53 WIB

kemenkopmk RI

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengajak kaum perempuan untuk sedini mungkin mempersiapkan generasi unggul masa depan bangsa. Hal itu dapat dimulai dari mencegah lahirnya bayi stunting sejak masih dalam kandungan.

Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam mencegah bayi lahir stunting adalah dengan menjaga agar asupan gizi ibu hamil terpenuhi secara baik. Pasalnya, 1.000 hari pertama kehidupan merupakan masa-masa paling menentukan kualitas tumbuh kembang anak.

"Jadi 1.000 hari awal kehidupan adalah waktu yang perlu mendapatkan perhatian. Sekali anak itu lahir stunting, maka dia akan menjadi manusia Indonesia yang tidak produktif dan menjadi beban ke depannya," ungkap Muhadjir saat acara penutupan Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah di Palembang, Minggu (10/11).


Soal Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Menko PMK: Belum Ada Ketetapan

Seiring dengan tema kegiatan yang berlangsung mulai Jumat (8/11) tersebut yaitu Gerakan Keluarga Muda Tangguh untuk Kesejahteraan Bangsa, Muhadjir menyebutkan perempuan muda yang nantinya akan menjadi calon ibu berpotensi melahirkan bayi stunting lantaran diet yang kurang tepat dan berlebihan.

Oleh sebab itu, untuk mencegah lahirnya bayi stunting ialah dengan memberikan edukasi literasi agar perempuan dapat menjaga pola hidup sehat dan juga menjaga kebersihan lingkungan, khususnya sanitasi dan jamban.

"Perlu dipahami, stunting tidak hanya karena gizi buruk. Harus ada gerakan sanitasi lingkungan yang sehat agar anak-anak lahir tidak mengalami stunting," tuturnya.

Muhadjir berpesan agar seluruh pihak dapat turut berperan aktif memerangi stunting. Tidak hanya pemerintah, tetapi melibatkan masyarakat dan organisasi pegiat lingkungan sehingga dengan menurunnya angka stunting akan berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia ke depan.

"Angka stunting kita saat ini masih sekitar 27% dan ini cukup besar. Bagaimana kita bisa bahu membahu mengatasi masalah stunting supaya Indonesia siap menghadapi bonus demografi dengan tidak menciptakan lost generation atau generasi hilang," tandasnya.

Melanjutkan kunjungan kerja ke Kota Prabumulih, Menko PMK kembali menegaskan pentingnya menciptakan sumber daya manusia berkualitas serta memiliki kecakapan dalam berbagai bidang. Dengan demikian, akan mampu berkontribusi membangun perekonomian, terutama di daerah.

Ia pun memastikan pemerintah akan memberikan dukungan penuh, seperti dalam proses pembangunan SMK 'Aisyiyah Insan Utama di Prabumulih. Harapannya, ke depan muncul calon-calon generasi penerus masa depan yang dapat membawa perubahan besar bagi bangsa Indonesia.

"Sumber daya alam melimpah yang dimiliki oleh bangsa ini tidak ada apa-apanya tanpa sumber daya manusia yang memiliki kecakapan dalam teknologi. Itulah yang diperlukan untuk dapat berkontribusi memberikan nilai tambah terhadap pembangunan," pungkas Muhadjir.

Dalam kunjungan kerja di Kota Palembang dan Kota Prabumulih, Menko PMK didampingi oleh Staf Ahli Kemenko PMK Aris Darmansyah, para pemangku kepentingan daerah setempat, Ketua PP Aisyiyah Masyithoh Chusnan beserta para pengurus Nasyiatul Aisyiyah.

Ketua PP Aisyiyah Masyithoh Chusnan menjabarkan peran perempuan Muhammadiyah atau dalam hal ini Nasyiatul Aisyiyah melingkupi berbagai lini. Termasuk, bagaimana menciptakan keluarga muda yang tangguh guna mempersiapkan generasi berikutnya yang produktif.

"Seperti apa yang disampaikan Pak Menteri, kami akan senantiasa mendukung program-program pemerintah terutama dalam menciptakan sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara," cetusnya.

Kunjungi Rumah Sakit di Kota Malang, Menko Muhadjir Pastikan Pelayanan Kesehatan Berjalan Baik

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia