logo


Jokowi Tambah 6 Wamen, PAN Berharap Bukan Ajang Bagi-bagi Kursi

Berikut ulasannya

10 November 2019 08:45 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay.
Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay.

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PAN menanggapi soal rencana penambahan wakil menteri di Kabinet Indonesia Maju. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa menteri yang dipilihnya tidak memiliki kemampuan mumpuni.

"Lagi pula, penambahan wamen ini seakan-akan mengindikasikan bahwa menteri yang diangkat tidak sepenuhnya kapabel di bidangnya. Karena itu, perlu wamen untuk melengkapinya," kata Wasekjen PAN, Saleh Partaonan Daulay, kepada wartawan, Minggu (10/11).

Saleh menyebut tidak melihat ada urgensinya posisi wamen di kabinet. Menurutnya, pos yang diisi wamen belum menunjukkan kelebihannya dibanding yang tidak memiliki wamen.


Jokowi Berencana Tambah 6 Wamen, PAN: Saya Yakin Banyak yang Tercengang dan Bisa Marah

"Saya tidak melihat adanya urgensi posisi wamen di dalam jajaran kabinet Jokowi. Sejauh ini, kementerian yang memiliki wamen juga belum menunjukkan kelebihannya dibandingkan yang tidak memiliki wamen. Semua biasa saja, belum ada yang luar biasa," katanya.

Saleh berharap rencana penambahan wamen tidak dijadikan ajang bagi-bagi kursi.

"Semoga saja, rencana penambahan wamen itu bukan dimaksudkan untuk mengakomodasi para pihak yang dinilai berkontribusi pada pilpres lalu. Sebab, secara kalkulatif, dukungan politik pemerintah di parlemen sudah sangat cukup. Kalaupun tidak ada politik akomodatif, situasi politik di parlemen diperkirakan akan tetap stabil," ucap Saleh.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, sebelumnya mengatakan bahwa kemungkinan Jokowi akan menambah enam wamen di Kabinet Indonesia Maju.

"Ada enam lagi rencana sih. Rencana. Tapi saya belum saya pastikan," kata Moeldoko di Rapimnas HKTI di Discovery Ancol Hotel, Jalan Lodan Timur, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (9/11/2019).

Jokowi Tambah Wamen, NasDem: Tidak Masuk Membicarakan Hal Seperti Itu

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata