logo


Pelajar Indonesia Bikin Aplikasi BAPAT, Solusi Bantuan Cepat Saat Keadaan Darurat

berikut penjelasannya

9 November 2019 18:30 WIB

dok.jitunews.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Siswa SMA Jakarta Intercultural School (JIS) Michael Mulianto memperkenalkan aplikasi buatannya yang bernama Bantuan Cepat (BAPAT).

Aplikasi BAPAT ini diperkenalkan Michael Mulianto saat dirinya menjadi pembicara di Seminar Aksi Cepat Tanggap siswa terhadap bencana alam yang digelar di hall @america, Pacific Place, Jakarta, Sabtu (9/11).

Siswa kelas 3 SMA ini sangat antusias untuk turut mengedukasi bagaimana masyarakat bisa terlibat dalam meminimalisir dampak bencana alam.


Rekomendasi Smartphone Murah dengan Baterai Jumbo Buat Gamer Sejati

Michael mengatakan aplikasi BAPAT berfungsi untuk memberikan langkah-langkah panduan kepada penggunanya tentang cara bertindak dalam mengatasi beberapa jenis bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, kebakaran hutan, banjir dan topan.

“BAPAT ini adalah solusi dalam memberi bantuan cepat saat keadaan darurat terutama ketika bencana,” kata Michael.

Michael menambahkan BAPAT juga memiliki bot obrolan (semacam robot) yang dapat memberikan saran 50 penyakit serta menemukan rumah sakit terdekat bila diperlukan dan ada juga tombol panggilan darurat yang dapat digunakan pengguna saat mengalami masalah serius.

Aplikasi BAPAT ini, kata Michael, dapat digunakan saat ponsel dalam kondisi internet sedang online maupun offline dan aplikasi ini akan bekerja dengan baik saat ponsel dalam keadaan online.

“Aplikasi ini bisa digunakan di dua-duanya, jadi untuk emergency button yang buat memberikan informasi harus ngapain saja saat bencana itu offline. jadi biar nggak ada internet masih bisa diakses,” ujar Michael.

“Call buttonnya juga offline, tapi kalau call button tidak bisa menyala karena telekomunikasi sistem pasti down. Terus chat bot ini bisa online dan offline,” kata dia.

Menurutnya aplikasi BAPAT saat ini baru tersedia dalam bahasa Inggris, namun aplikasi ini terus dikembangkan agar tersedia dalam bahasa Indonesia.

“Versinya sekarang masih dalam bahasa Inggris, jadi sekarang aku sedang membuat algoritma untuk bisa membuat versinya di Bahasa Indonesia,” pungkasnya.

Hadir dalam seminar ini, Guru Besar Tetap Universitas Esa Unggul Profesor Dr. Ir. Kazan Gunawan, Guru Besar Tetap Program Studi Akuntansi STIE Kesatuan Bogor Profesor Dr. H. Moermahadi Soerja Djanegara, Ketua BPK RI periode 31 Maret - 4 Januari 2018, Mayor Jenderal Komaruddin Simanjuntak, Kolonel Farid Ma’ruf, Founder of Heart For Lombok Foundation, Jason Sudirdjo dan Perwakilan Palang Merah Indonesia.

Turnamen Game eSports Digandrungi Kaum Muda, PB eSport: Kami Perlu Dukungan Pemerintah

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Tino Aditia