logo


Rangkulan Dimaknai Kecurigaan, Surya Paloh: Tingkat Diskursus Politik Paling Picik

Simak berita selengkapnya

9 November 2019 08:04 WIB

surya paloh
surya paloh konfrontasi

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Beberapa waktu ini, Partai Nasional Demokrat (NasDem) diduga melakukan politik zigzag dengan partai di luar koalisi. Hingga pada puncaknya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bertemu dengan Presiden PKS Sohibul Iman dan keduanya berangkulan untuk mengekspresikan kedekatannya.

Pertemuan itu terdengar sampai ke telinga Presiden Jokowi. Bahkan, orang nomor satu di Indonesia itu mengaku cemburu dengan kemesraan Surya dan Sohibul.

"Saya tidak tahu maknanya tapi rangkulannya tidak biasa. Tidak pernah saya dirangkul seperti itu," ujar mantan gubernur DKI Jakarta ini saat memberikan sambutan dalam acara perayaan HUT Partai Golkar di The Sultan Hotel di Jakarta pada Rabu (06/11).


Mesra dengan PKS, Surya Paloh: Jangan Anggap Partai yang Berbeda Prinsip Sebagai Musuh

Meski menyadari Presiden Jokowi hanya bergurau, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh meminta setiap partai agar tak saling curiga. Hal itu terkait adanya partai koalisi pendukung pemerintah yang menjalin komunikasi dengan oposisi.

"Kami berkunjung ke kawan pun dicurigai, ini bangsa model apa? Rangkulan pun dimaknai tafsir kecurigaan. Kita mengaku demokratis, tapi begitu ortodoks dan konservatif," ujar Surya Paloh saat menyampaikan sambutan dalam acara Kongres-2 Nasdem di Jiexpo Kemayoran, Jakarta pada Jumat (08/11).

Surya Paloh menyebut fenomena ini menimbulkan kejenuhan bagi bangsa Indonesia yang kerap terseret arus ketidakpercayaan.

"Bangsa ini sudah capek dengan segala intrik yang mengundang sinisme, kecurigaan satu sama lain. Tingkat diskursus politik yang paling picik di negeri ini, rangkulan dimaknai dengan berbagai macam tafsir dan kecurigaan," ujar Surya.

Terkait Pencalonan Ketum Golkar, Airlangga Hartanto: AMPI Memilih?

Halaman: