logo


Dituding Sebarkan Berita Palsu, Dewi Tanjung Geram: Hanya Polisi yang Bisa Menentukan

Ini kata Dewi Tanjung

8 November 2019 20:02 WIB

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan didampingi (kiri) Wakil Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Harun Al Rasyid tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2).
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan didampingi (kiri) Wakil Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Harun Al Rasyid tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2). Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung mengaku geram dituduh menyebarkan berita palsu soal rekayasa kasus penyiraman air keras Novel Baswedan.

Di mana tudingan tersebut disampaikan oleh kuasa hukum Novel Baswedan.

"Ini lawyer-lawyer (Novel Baswedan) ini bisa membuktikan saya menyebarkan berita palsu? Bohongnya di mana? Saya justru bertanya dan ingin membuka fakta kebenaran," jelas Dewi Tanjung yang diilansir dari Wartaekonomi.com, Jumat (8/11/2019).


Politikus PDI Perjuangan Laporkan Novel Baswedan ke Polisi, Kasus Penyiraman Air Keras-nya Rekayasa?

Ia justru menyebut tim kuasa hukum Novel Baswedan tengah membuat framing yang mengarah dirinya disebut tidak mempunyai rasa kemanusiaan, jahat, dan tidak tahu aturan.

Bahkan, ia menantang para tim kuasa hukum Novel Baswedan dan KPK untuk membuktikan apakah benar dirinya melakukan penyebaran berita palsu atau tidak. Dan yang tahu hal tersebbut adalah kepolisian.

"Itu framing yang dimainkan sama mereka. Kompak dari pertama ketemu sama lawyer terus ketemu lagi sama lawyer di stasiun tv yng kedua selalu mengeluarkan statement yang sama. Jadi, mereka kompak membangun framing bahwa Dewi Tanjung tidak mempunyai rasa kemanusiaan, jahat, dan tidak tahu aturan," sambungnya.

"Hanya polisi yang bisa menentukan ini benar atau tidak," pungkasnya.

Novel Baswedan Dipolisikan, Sosiolog: Tidak Ada Rasa Prikemanusiaan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati