logo


Heboh! Kasus Asusila di Bali, DPR: Kita Harus Segera Sahkan UU PKS

Simak berita selengkapnya

8 November 2019 13:32 WIB

Selly Andriany Gantina
Selly Andriany Gantina Tribun Jabar

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Kasus seorang guru perempuan melakukan perbuatan asusila dengan mengajak muridnya seorang siswi di wilayah Bali karena terinspirasi film porno mendapat sorotan dari Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriyana Gantina.

Selly mengatakan seorang guru harusnya menjadi pelindung serta pengayom bagi muridnya dan bukan menjadi setan untuk merusak masa depan muridnya yang dianggap diluar nalar manusia.

"Saya menyayangkan kejadian tersebut terjadi justru karena ajakan gurunya di sekolah. Seharusnya guru memberi teladan, bukan justru menjadi setan bagi masa depan anak. Yang lebih mencengangkan gurunya perempuan juga," ujar Selly di Jakarta, Jumat (8/11).


Fachrul Razi Sebut Manfaat Sisipkan Bahasa Indonesia Ketika Berdoa, "Bisa Saja yang Niat Korupsi Jadi Takut"

Menurutnya di era keterbukaan informasi saat ini masih sangat rendah serta cenderung mengkhawatirkan terlebih adanya kasus terjadi di Buleleng, Bali ini mungkin hanya salah satu dari berseraknya kasus kekerasan seksual pada anak.

"Jangan menunggu-nunggu lagi deh, kita harus segera sahkan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual. Dengan UU PKS tersebut kita bisa kuat melawan para predator seksual. Tidak perlu ada kasus sejenis lagi untuk kita semua menyadari pentingnya perlindungan bagi anak dari bahaya kekerasan seksual," tuturnya.

Politikus PDIP ini mendorong Polri agar segera memproses guru sudah menjadi tersangka dengan hukuman seberat-beratnya.

"Mengingat korban masih dibawah umur, saya kira pelaku bisa dijerat UU tentang perlindungan anak. Saya akan dorong Polri untuk tidak main-main mengusut kasus ini," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan siswi di Kabupaten Buleleng, Bali, diajak ibu gurunya untuk melakukan threesome dengan pacarnya. Bu Guru Novi (29) dan pacarnya PW (36) menjanjikan pulsa dan baju baru untuk siswinya.

Peristiwa itu terjadi Sabtu (26/10) pukul 14.30 WITA di kos-kosan di Jl Sahadewa, Singaraja. Saat itu korban diminta untuk melihat Novi dan Putu berhubungan intim, kemudian korban yang duduk di tepi kasur milik gurunya itupun mulai diraba-raba hingga akhirnya terjadi persetubuhan oleh Putu.

Perbuatan bejat guru bahasa Indonesia itu pun terkuak usai kabar itu ramai dibahas di sekolah. Hingga akhirnya, orang tua korban melaporkannya ke polisi.

Nyamar Jadi Tukang Parkir, Anang Hermansyah Terkejut, "Gimana Gak Kaya? Sehari 40 Juta"

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Iskandar