logo


Digadang-gadang Jadi Dewan Pengawas KPK, Antasari Azhar: Ini Pencemaran Nama Baik

simak penjelasannya

7 November 2019 20:40 WIB

Antasari Azhar meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, usai bertemu dengan Presiden Jokowi, Kamis (26/1).
Antasari Azhar meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, usai bertemu dengan Presiden Jokowi, Kamis (26/1). Setpres/Jay

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Nama Antasari Azhar digadang-gadang sebagai sosok potensial untuk dijadikan Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menanggapi isu tersebut, Antasari menegaskan bahwa dirinya tidak akan bisa menjadi Dewan Pengawas KPK.

Menurutnya, hal itu dikarenakan terbentur dengan UU 19/2019 Pasal 37D huruf F yang menyatakan tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan paling singkat lima tahun.

“Kan saya sudah bilang, ada satu pasal yang enggak bisa, pernah menjalani pidana penjara yang ancamannya lima tahun,” ujar Antasari di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (7/11).


Tak Ada Kajian yang Matang, PSI Anggap Pemprov DKI 'Halu' Selenggarakan Formula E

Dalam hal ini, Antasari justru menanyakan siapa pihak dibalik orang yang menyebarkan pemberitaan tentang dirinya adalah sosok pontensial sebagai Dewan Pengawas KPK.

“Saya sudah pertanyakan, bolehkah saya melakukan gugatan pencemaran nama baik? Kenapa saya harus ikut diviralkan ke situ, atas inisiatif siapa?” tanya Antasari.

Menurutnya hal itu merupakan pencemaran nama baik, pasalnya selama ini diriya tidak pernah membicarakan hal tersebut dengan siapapun.

“Kenapa begitu, saya tak pernah dipanggil, tidak pernah diajak bicara, tidak pernah komunikasi tentang itu, begitu muncul, ada apa ?” tanyanya lagi.

Oleh karena itu, Antasari menegaskan bahwa pemberitaan tersebut merupakan kabar bohong atau hoak yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Jadi isu yang muncul di beberapa sosial media adalah menurut saya hoax,” pungkasnya.

DPR Bahas Isu Radikalisme Celana Cingkrang dengan Menteri Agama, Fachrul Razi: Tidak Perlu Dipanjangkan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Tino Aditia