logo


Industri Musik Indonesia Stagnan, Anang Hermansyah: Pencipta Lagu Tidak Dapat Royalti

berikut penjelasannya

7 November 2019 17:15 WIB

Anang Hermansyah.
Anang Hermansyah. Dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Musisi sekaligus pegiat ekonomi kreatif, Anang Hermansyah berharap agar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dapat membantu penegakan hak cipta dan royalti bagi pelaku industri musik di Indonesia.

"Kadin mestinya dapat membantu sektor musik. Kadin yang banyak tersebar di berbagai sektor yang memanfaatkan musik, mau tidak membayar royalti? Produk musik dipakai dimana-mana, tenant-tenant pariwisata semua hidup karena ada musik, tapi pencipta lagu tidak mendapat apa-apa," ungkap Anang dalam siaran persnya, Kamis (7/11).

Suami artis Ashanty ini menguraikan kinerja industri musik dalam beberapa tahun terakhir mengalami stagnasi. Data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mencatat sektor musik hanya mampu menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 0,48%.


Inilah 5 Musik Instrumental yang Sering Kita Dengar Saat Berkunjung ke Mall

"Padahal banyak sektor yang menggunakan musik. Artinya musik Indonesia banyak bocornya, harusnya pendapatan musik besar," tandas Anang.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga menyebutkan situasi serba minimalis yang tengah dialami sektor musik Indonesia ini sebenarnya masih ada harapan dengan melakukan penguatan terhadap Lembaga Kolektif Manajemen Nasional (LMKN).

"Industri musik Indonesia punya KPK yakni LMKN karena tugas dan fungsinya yakni menarik dan menghimpun royalti dengan standard internasional," tegas Anang.

Anang berharap industri musik, pertunjukan serta perfilman dapat naik di angka 1 persen dalam menyumbang PDB.

"Saya berharap di periode kedua Pak Jokowi dapat mengangkat subsektor kreatif yang selama 5 tahun terakhir tidak sampai 1 persen," pungkasnya.

Wow, Komplek DPR MPR RI Ambyar

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia