logo


Tanggapi Persoalan Desa 'Siluman', Demokrat: Sungguh Pengkhianatan yang Konyol

Simak berita selengkapnya

7 November 2019 16:47 WIB

Politisi Partai Demokrat yang juga tim sukses pemenangan pasangan Agus-Sylviana, Didi Irawadi
Politisi Partai Demokrat yang juga tim sukses pemenangan pasangan Agus-Sylviana, Didi Irawadi kompas

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin mengecam desa fiktif atau siluman yang menikmati asupan dana sebesar Rp 1 miliar. Menurutnya, tindakan itu sama saja mengkhianati hak rakyat.

"Apabila ini benar,  maka hal ini sungguh pengkhianatan yang konyol dan keterlaluan terhadap hak rakyat yang harusnya disalurkan lewat dana desa tersebut," kata Didi melalui keterangan tertulis, Kamis (07/11).

Jika desa siluman itu terbukti, lanjut dia, maka harus menempuh jalur hukum yakni melalui penanganan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Tarif BPJS Resmi Naik, Demokrat Kritik Pemerintah, "Bukannya Menolong, Malah Menakuti Rakyat!"

Selain itu, kata Didi, pihak Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa Pembangunan Daerah  Tertinggal dan Transmigrasi harus ikut memberikan sanksi.

"Langkah selanjutnya utamanya langkah hukum oleh KPK adalah harga mati," ucapnya.

Didi mengatakan bahwa tindakan tersebut merupakan hal yang tidak bertanggung jawab. Karena, dana desa seharusnya digunakan untuk membangun, dan menyejahterakan desa. Bukan untuk dimanfaatkan oleh oknum yang ingin menambah kekayaan pribadinya.

Mengenai investigasi desa siluman yang dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, Didi mengaku sangat mendukung sepenuhnya.

Fenomena Munculnya Desa "Hantu" sebagai Modus Korupsi Anggaran Dana Desa

Halaman: