logo


Terungkap! Ini Alasan Imam Nahrawi Terima Uang Rp 7,8 Miliar

Simak berita selengkapnya

6 November 2019 19:21 WIB

Imam Nahrawi ditahan KPK, Jumat (27/9)
Imam Nahrawi ditahan KPK, Jumat (27/9) Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menerima gratifikasi dalam jumlah yang fantastis dari beberapa pihak. Gratifikasi tersebut ia terima saat masih menjabat Menpora.

KPK mengungkapkan Imam Nahrawi menerima gratifikasi dari Sekjen Koni Ending Fuad Hamidi sebesar Rp 7 miliar pada November 2018. Ia juga menerima uang dari mantan pembulu tangkis Taufik Hidayat sebesar Rp 800 juta pada 12 Januari 2017. Saat itu Taufik Hidayat mejabat sebagai staf khusus Imam Nahrawi.

"Terdapat juga permintaan sejumlah uang oleh Imam Nahrawi selaku Menpora. Sekitar November 2018, sejumlah Rp 7 miliar dari Ending Fuad Hamidy melalui Lina Nurhasanah," ujar Biro Hukum KPK, Selasa(5/11/2019).


Jokowi Tak Terbitkan Perppu, Pakar Hukum: "Jokowi Tidak Mendukung Upaya Pemberantasan Korupsi.."

"Tanggal 12 Januari  2017 sebesar Rp 800 juta diterima melalui Taufik Hidayat," tambahnya.

KPK mengungkapkan bahwa Imam Nahrawi menerima grafitifikasi sebesar Rp 7,8 miliar untuk mengurus kasus adiknya, Syamsul Arfin. Namun KPK tidak memberitahukan secara detail kasus apa yang sedang menimpa Syamsul Arifin.

Syamsul Arifin sendiri merupakan salah satu anggota DPRD Jawa Timur yang dulu paling vokal membenci KPK. Ia menganggap KPK zalim karena telah menangkap Imam Nahrawi.

Jokowi Bentuk Dewan Pengawas KPK, Peneliti Puskapkum: Harus Punya Track Record Bagus dan Independen

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati